Jumat, 28 November 2014

News / Megapolitan

Angkutan Terintegrasi Targetkan Angkut 17.000 Penumpang

Kamis, 29 Maret 2012 | 01:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Melalui peluncuran Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan mengangkut sekitar 17.000 penumpang di jalur Bekasi-Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengatakan bahwa dari dua rute yang diresmikan, baru rute pertama yang dioperasikan dengan 15 armada. Seluruh armada ini berasal dari bantuan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Hubdar Kemenhub).

"Asumsinya dapat mengangkut 17.000 penumpang untuk dua arah. Jadi setidaknya banyak beban jalan yang terkurangi," kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, di Pool Hiba, Cakung, Jakarta, Rabu (28/3/2012).

Sebanyak 15 bus di armada ini memiliki spesifikasi sama dengan spesifikasi bus Transjakarta, yaitu bus besar dengan kapasitas 85 penumpang dengan pembagian 35 duduk dan 50 berdiri.

Sementara untuk armada bus rute dua jurusan Kampung Rambutan-Bekasi saat ini masih dalam tahap penyelesaian. "Rute dua sampai saat ini armadanya sedang diselesaikan dan akan segera dioperasikan," jelas Foke.

Saat ini, halte yang disediakan untuk menunjang operasional angkutan perbatasan ini berjenis undakan seperti undakan feeder busway. Untuk rute pertama yaitu Pulo Gadung-Bekasi terdapat lima halte di lima lokasi yaitu Terminal Bekasi, Kementerian Sosial, Bekasi Trade Center (BTC), depan pool Hiba Utama dan Bank Mandiri Cakung (seberang pool Hiba Utama). Sementara rute dua yaitu Kampung Rambutan-Bekasi memiliki tiga halte yaitu Terminal Bekasi, Kementerian Sosial dan BTC.

Sistem ticketing yang diterapkan dalam APTB juga sama dengan sistem ticketing feeder I, II dan III. Sementara tarif tiket terusan yang harus dibayar pengguna angkutan perbatasan sebesar Rp 9.500 per penumpang. Tarif ini sudah termasuk tarif busway sebesar Rp 3.500 per penumpang dan tarif angkutan perbatasan sebesar Rp 6.000 per penumpang.


Penulis: Riana Afifah
Editor : A. Wisnubrata