KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Ratusan mahasiswa yang berunjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta berakhir rusuh, Selasa (27/3/2012). Kerusuhan yang berlangsung lebih dari dua jam tersebut bermula saat mahasiswa mencoba masuk ke Istana Merdeka yang sudah dihalangi barikade petugas kepolisian. Unjuk rasa berakhir setelah pasukan kepolisian mengepung Jalan Medan Merdeka dari dua arah dan massa berlarian menuju Jalan Pejambon.
JAKARTA, KOMPAS.com- Untuk menyatakan sikap penolakan terhadap rencana pemerintah menaikkan harga BBM 1 April mendatang, kelompok buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia ( KSPSI), Kamis (29/3/2012), turun ke jalan melakukan aksi demo. Aksi akan disentralisasi di depan Gedung DPR.
'Rencana semula aksi gabungan kami akan dilakukan bersama dua konfederasi serikat pekerja lainnya hari ini. Namun, ternyata Sidang Paripurna DPR yang memutuskan jadi atau tidaknya kenaikan harga BBM ditunda besok, Jumat, maka mereka menundanya besok melakukan aksi bersamaan dengan Sidang Paripurna DPR tersebut," ujar Presiden KSPSI Andi Gandi Nene Wea.
Menurut putera mantan Menteri Tenaga Kerja di era Presiden Megawati Soekarnoputri Jacob Nuwa Wea itu, aksi demo yang akan dilakukan KSPSI akan dilakukan dua kali. "Hari ini dan besok. Kalau besok gabungan bersama dua konfederasi lainnya," tambah Andi.
Andi mengatakan, kekuataan massanya pada hari ini mencapai sekitar 6.000 orang, yang tergabung dengan kelompok buruh lainnya di Jabodetabek, yang menjadi afiliasi dari KSPSI.
"Besok, bersama dengan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), kami akan turun dengan kekuatan yang sama," lanjut Andi.
Bisa dibayangkan berapa jumlah massa besok yang akan menjubeli depan gedung DPR jika tiga konfederasi buruh ini bergabung menolak kenaikan harga BBM.
