Kamis, 29 Maret 2012

News

Tembakan di Jalan Diponegoro Bukan Senjata Peluru Karet

  • Penulis :
  • Ferry Santoso
  • Kamis, 29 Maret 2012 | 20:44 WIB
Mahasiswa Universitas Bung Karno, Jakarta memblokir Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (17/10/2011) menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono mundur dari jabatannya. | Khaerudin/KOMPAS

JAKARTA, KOMPAS.com — Tembakan yang terdengar bertubi-tubi di depan YAI, Jalan Diponegoro, dalam penanganan aksi unjuk rasa bukan peluru karet dari senjata.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto yang dihubungi di Jakarta, Kamis (29/3/2012). "Sejak awal saya katakan, polisi tidak menggunakan peluru karet," kata Rikwanto ketika ditanya senjata apa yang ditembakkan ke arah pengunjuk rasa.

Seperti diberitakan, tembakan gas air mata terdengar bertubi-tubi di Jalan Salemba, dekat RS Carolus, Kamis sekitar pukul 20.15. Aparat kepolisian membubarkan dan mendesak para pengunjuk rasa ke arah Jalan Diponegoro, depan YAI.

Aparat kepolisian juga meminta masyarakat yang menonton menjauhi perempatan Salemba. Arus lalu lintas di Jalan Salemba tetap lancar. Belum diketahui berapa korban luka-luka dalam bentrok tersebut.

Sebelumnya, sekelompok pengunjuk rasa membakar ban di dua titik, yaitu di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, dan di dekat perempatan UI Salemba, sekitar pukul 18.00, Kamis. Namun, kemudian sekelompok pengunjuk rasa itu mulai mencegat kendaraan yang lewat dan melempar botol ke jalan.

Editor : Robert Adhi Ksp
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Bentrok di Salemba