Minggu, 21 September 2014

News / Megapolitan

Korban Bentrok

Peluru Karet atau Peluru Gas Air Mata?

Jumat, 30 Maret 2012 | 12:09 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Ada dua kemungkinan penyebab luka di rusuk kanan Agung Tuanany (27), korban bentrok di Salemba pada Kamis (29/3/2012) yang dirawat di RSI Cempaka Putih Jakarta. Ini berdasarkan analisis sementara dokter yang disampaikan Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto.

"Penyebab luka itu bisa dari pecahan amunisi gas air mata atau pecahan peluru karet. Kemungkinan ini muncul karena dokter menemukan serpihan sekitar 0,5 gram yang bisa berasal dari serpihan amunisi gas air mata atau bisa juga peluru karet. Dokter bersama kepolisian sekarang masih menganalisa asal serpihan ini," kata Rikwanto saat mengunjungi Agung di RSI Cempaka Putih Jakarta, Jumat (30/3/2012).

Rikwanto melanjutkan, saat bentrokan di Salemba terjadi, pihak kepolisian hanya menggunakan senjata gas air mata. Adapun untuk peluru karet belum bisa dipastikan apakah polisi ada yang menggunakannya atau tidak. "Kami masih menganalisis juga apakah ada peluru karet yang digunakan atau tidak," tambahnya.

Rikwanto mengatakan, seluruh biaya pengobatan Agung di rumah sakit akan ditanggung pihak kepolisian.

Jumat (30/3) pagi, Wakil Kepolisian Daerah Metro Jaya Brigadir Jenderal Polisi Suhardi Alius pun mengunjungi Agung di rumah sakit. Dia sempat berdialog dengan Agung. Saat itu Agung menyampaikan kekesalannya akan tindakan represif kepolisian terhadap para mahasiswa yang berunjuk rasa.

Terkait bentrokan mahasiswa dan kepolisian tersebut, Rikwanto mengatakan polisi sudah bertindak sesuai prosedur. Polisi bertindak membubarkan unjuk rasa karena mengganggu ketertiban umum dan menyerang polisi yang bertugas di Salemba.


Penulis: Antonius Ponco A.
Editor : Marcus Suprihadi