Sabtu, 20 Desember 2014

News / Megapolitan

Pesepeda Motor Paling Tidak Tertib Berlalu Lintas

Rabu, 11 April 2012 | 23:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Salah satu penyebab kemacetan yang terjadi di jalan-jalan Kota Jakarta tak lepas dari kesemrawutan lalu lintas dan kurang tertibnya pengendara.

Lantas, jenis kendaraan apakah yang paling banyak menciptakan ketidaktertiban dan kesemrawutan di jalan raya?

Jika Anda beranggapan angkot dan metromini/kopaja sebagai penyebab utama, bisa saja jawaban tersebut lebih didasarkan pada pengamatan sesaat.

Namun, hasil Operasi Simpatik Jaya menempatkan pengendara sepeda motor pada posisi tertinggi pelanggar aturan berlalu lintas.

"Sepeda motor selalu yang tertinggi dalam hal tidak disiplin berlalu lintas. Banyak hal yang dilanggar pengendara sepeda motor sehingga mengganggu lalu lintas secara umum," ujar Komisaris Sungkono, Kasat Lantas Polres Metro Jaksel, di Mapolres Jaksel, Rabu (11/4/2012).

Ia melanjutkan, aturan berkendaraan dan rambu-rambu lalu lintas semakin tak berarti bagi sebagian pengendara sepeda motor. Belum lagi yang menyalip kendaraan lain dari berbagai arah.

"Yang paling mengganggu dan sering terjadi adalah melawan arah, menerobos lampu merah, dan menggunakan trotoar," jelas Sungkono, yang juga mantan Kasat Lantas Polres Metro Jakbar.

Ia melanjutkan, masih banyak jenis pelanggaran lainnya yang mengganggu ketertiban umum di jalan raya. Di antaranya, menerobos jalur bustransjakarta, menggunakan telepon seluler sambil berkendaraan, tanpa helm, lampu, dan kelengkapan kendaraan lain.

Sementara itu, angkot atau mikrolet dan metromini/kopaja berkontribusi dalam hal kesemrawutan berlalu lintas. Selain sering terkesan "liar" di jalan raya, kedua jenis angkutan umum itu kerap berhenti seenaknya di persimpangan jalan.

"Yang paling mengganggu adalah kebiasaan ngetem dan berhenti seenaknya. Selain tidak tertib, ini yang menyebabkan lalu lintas semrawut," kata Sungkono.

Hasil Operasi Simpatik Jaya yang digelar pihak kepolisian bisa menjadi gambaran tertib berlalu lintas di jalan-jalan Kota Jakarta. Dalam operasi kemarin, misalnya, 133 pengendara ditilang di Jakarta Selatan.

Dari sisi jenis kendaraan, sepeda motor, mikrolet, dan metromini/kopaja menempati tiga besar pelanggaran, yakni sepeda motor 46 kali, mikrolet 40 kali, dan metromini 22 kali.

Sedangkan dari jenis pelanggaran, urutan teratas adalah pelanggaran rambu lalu lintas dengan 28 kasus, diikuti mengendarai kendaraan melawan arus dengan 21 kasus.

Pelanggaran lainnya adalah melewati batas stop line atau batas stop 3 kasus, menerobos jalur bus transjakarta 13 kasus, naik trotoar 12 kasus, tanpa helm 9 kasus, menggunakan ponsel 6 kasus, menggunakan lajur kiri 9 kasus, menerobos lampu merah 7 kasus, tanpa lampu 6 kasus, melawan marka 2 kasus, tanpa surat 10 kasus, tanpa perlengkapan 5 kasus, dan TNKB (tanpa nomor kendaraan bermotor) 2 kasus.


Penulis: Imanuel More
Editor : Tri Wahono