Senin, 1 September 2014

News / Megapolitan

Klub Motor: Kami Bukan Geng dan Tidak Akan "Sweeping"

Minggu, 15 April 2012 | 21:42 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Aksi kekerasan yang melibatkan geng motor terjadi belakangan hari ini di Jakarta. Tidak hanya sekali, tetapi 10 aksi kekerasan yang melibatkan geng motor terjadi selama dua pekan ini. Sebanyak tiga orang tewas dalam peristiwa tersebut.

Menanggapi hal ini, Sambudi, Ketua Klub Bhayangkara Rider's Club (BRC), mengaku merasa tercoreng dengan aksi brutal yang dilakukan geng motor tersebut. Ia pun tidak terima jika klub motor resmi disamakan dengan geng motor yang cenderung anarkistis.

"Kami bukan geng dan bukan gerombolan, tapi kami bikers," tukas Sambudi, Minggu (15/4/2012), di Parkir Timur Senayan, saat diminta pendapatnya soal aksi geng motor.

Sambudi menjelaskan bahwa BRC adalah sebuah komunitas yang sengaja dibentuk oleh aparat kepolisian dan pemerintah daerah untuk menaungi 130 komunitas pencinta sepeda motor yang ada di Jakarta. Ia menegaskan bahwa komunitas-komunitas yang ada di bawahnya sama sekali tidak terlibat aksi kebrutalan geng motor.

"Kami punya bengkel, punya kreativitas. Tolong masyarakat bisa membedakan ini. Kami selalu koordinasi dengan kepolisian, kami punya identitas atribut," ucap Sambudi.

Ia melanjutkan bahwa 130 komunitas sepeda motor tersebut sangat mengutamakan safety riding, berbeda dengan perilaku berkendara anggota geng motor.

"Kami tidak akan melawan geng motor, kami tidak akan sweeping, tapi kami serahkan ke polisi untuk mengusut hal ini," tandas Sambudi.


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Tri Wahono