Senin, 24 November 2014

News / Megapolitan

Pilkada DKI

Hidayat: Jokowi Lawan Teringan, Alex Terberat

Senin, 16 April 2012 | 20:25 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Muhammad Hidayat Nur Wahid, bakal calon Gubernur DKI Jakarta yang diusung PKS, tidak menampik semua pesaingnya memiliki potensi untuk memenangkan pertarungan menuju kursi DKI 1. Meski demikian, ia enggan melihat persaingan tersebut dari sudut pandang negatif.

Dalam kesempatan berdialog dengan redaksi Kompas.com di Kantor Redaksi Kompas, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2012), peraih gelar doktor dari Universitas Madinah ini justru menjawab dengan nada guyon saat disodori pertanyaan seputar nama calon yang dianggapnya sebagai lawan berat di bursa cagub. "Kalau lawan beratnya, ya, Pak Alex Noerdin. Kalau paling ringan, ya, Pak Jokowi. Tapi itu kalau soal berat badannya," jawab Hidayat sembari tersenyum.

Mantan Presiden PKS ini segera menimpali bahwa ia lebih melihat pesaing-pesaingnya sebagai teman yang sama-sama ingin membangun Jakarta. Menurut Hidayat, Jakarta menjadi barometer pelaksanaan demokrasi di Indonesia dalam konteks Pemilukada. Karena itu, sangat tidak layak bila intrik dan kecurangan terlihat jelas dalam kompetisi di Ibu Kota.

"Saya lebih memilih paradigma kawan daripada lawan. Kalau lawan artinya dimusuhi dan harus dikalahkan. Padahal, kita seharusnya saling bahu-membahu membangun Jakarta," kata Hidayat.

Suami dari Diana Abbas ini berpendapat, keenam pasang bakal calon kepala daerah DKI Jakarta memiliki kualitas dan keunggulan sebagai pemimpin. Keunggulan-keunggulan tersebut, kalau disatukan, dapat berkontribusi bagi pembangunan Jakarta. Atas dasar itu, ia mengajak para calon untuk bersaing secara sehat.

"Karena kalau cara-cara yang tidak fair yang dipakai dan terjadi di Jakarta, itu akan sangat berbahaya. Masalahnya bisa terjadi konflik di akar rumput," ujar Hidayat.


Penulis: Imanuel More
Editor : Laksono Hari W