Rabu, 3 September 2014

News / Megapolitan

IBSW: Tidak Mungkin Tindakan Foke Hanya Spontanitas

Rabu, 18 April 2012 | 18:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesian Bureaucracy and Service Watch (IBSW) tidak yakin bila tindakan Fauzi Bowo mengancungkan jari tengah beberapa waktu lalu sebagai tindakan spontan dan sekadar ikut-ikutan. IBSW yakin, dengan pergaulan yang telah mencapai level internasional, Foke memahami makna isyarat tersebut.

"Sangat tidak masuk akal bila Foke hanya sekadar ikut-ikutan, seperti yang disampaikan Kepala Humas Pemprov DKI. Dia itu berlatar belakang pendidikan luar negeri dan memiliki pergaulan di level internasional. Dia pasti tau makna simbol jari tengah," kata Nova Andhika Ketua IBSW, saat konferensi pers di Jalan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (18/4/2012).

Selain itu, Nova juga beranggapan sebagai tokoh masyarakat yang berpendidikan tinggi, Gubernur DKI Jakarta seharusnya tidak mudah secara spontan mengikuti apa yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Selain merusak kredibilitas sebagai pemimpin, perbuatan Foke dinilai menjadi contoh buruk bagi warganya.

"Memang saat dikelilingi massa orang bisa saja secara psikologis terpengaruh secara spontan mengikuti apa yang dilakukan orang sekitarnya. Tapi sebagai orang berpendidikan dan tokoh yang tahu moral dan etika, sangat tidak wajar bila seorang gubernur bertindak karena ikut-ikutan," kata Nova.

Atas dasar itu, IBSW akan melaporkan bakal calon gubernur pertahana yang diusung Partai Demokrat itu ke Majelis Ulama Indonesia. IBSW juga akan meminta ke salah satu lembaga kesehatan untuk melakukan pemeriksaan psikologis atas Foke.

"Seorang bakal calon gubernur harus sehat secara jasmani dan rohani. Jika tidak, ia akan menyebabkan kemerosotan akhlak di masyarakat," pungkas Nova.


Penulis: Imanuel More
Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo