Rabu, 23 Juli 2014

News / Megapolitan

Kapolres Jakarta Utara dan Kapolsek Pademangan Dicopot

Kamis, 19 April 2012 | 14:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Untung Suharsono Radjab, mencopot dua orang perwira menengah kepolisian dalam rangka evaluasi kinerja. Dua perwira yang dicopot yakni Kapolres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Andap Budhi Revianto dan Kapolsek Metro Pademangan Komisaris Ahmad David.

Di dalam surat perintah Kapolda Metro Jaya nomor Sprin/601/IV/2012 tanggal 18 April 2012 tertulis Komisaris Besar Andap Budhi Revianto menyerahkan tugas dan tanggung jawab Kapolres Metro Jakarta Utara kepada Kapolda Metro Jaya.

Selanjutnya, Andap melaksanakan tugas sebagai perwira menengah Polda Metro Jaya sambil menunggu keputusan Kapolri.

Posisi Andap digantikan oleh Kepala Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Komisaris Besar Muhammad Iqbal. Sedangkan posisi Iqbal digantikan oleh Wakil Kepala SPN Ajun Komisaris Besar Deden Priatna yang akan menjadi pejabat sementara SPN.

Serah terima jabatan Kapolres Jakarta Utara ini dilakukan pada tanggal 19 April 2012 dihadapan Kapolda Metro Jaya.

Selain penggantian posisi Kapolrestro Jakarta Utara, posisi Kapolsektro Pademangan juga diganti. Di dalam surat telegram Kapolda Metro Jaya nomor STR/1046/IV/2012 tanggal 16 april 2012, tertulis Komisaris Ahmad David, Kapolsek Metro Pademangan menyerahkan tugas dan tanggung jawabnya kepada Komisaris Susatyo Purnomo Condro.

Susatyo sebelumnya menjabat sebagai Wakapolsek Pademangan. Sedangkan, Ahmad David dipindah menjadi analis kebijakan pertama Biro Operasi Polda Metro Jaya.

Serah terima jabatan Kapolsektro Pademangan dilakukan pada tanggal 18 April 2012.

Pencopotan ini bersamaan dengan maraknya aksi kekerasan yang dilakukan geng motor yang terjadi di wilayah Jakarta Utara. Aksi brutal geng motor itu diduga dipicu peristiwa tewasnya Kelasi Arifin, staf khusus Panglima Armada kawasan Barat (Armabar) TNI AL pada tanggal 31 Maret 2012 di Jalan Benyamin Sueb, Pademangan, Jakarta Utara.

Setelah peristiwa ini, kekerasan geng motor berlanjut di SPBU Sunter, Jakarta Utara pada tanggal 7 April 2012 dan Jalan Benyamin Sueb, Jakarta Pusat pada 8 April 2012.Aksi kelompok ini terus dilakukan sampai pada tanggal 13 April 2012 di delapan lokasi di Jakarta Utara dan Jakarta Pusat.

Namun, saat dikonfirmasikan dugaan pencopotan itu terkait dengan aks geng motor, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, hanya menjelaskan bahwa hal itu adalah rotasi penugasan biasa.

"Tour of duty. Jadi bisa kapan saja dan pada jabatan apa pun. Tidak ada kaitannya dengan aksi geng motor," ucap Rikwanto.

Ia menambahkan, tiap hari anggota Polri termasuk pejabatnya dievaluasi. "Manakala kinerjanya itu tidak maksimal itu jadi pertimbangan rotasi," tandasnya.


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Kistyarini