Kamis, 18 Desember 2014

News / Megapolitan

Kecelakaan

Polisi: Ada Organ Dalam Olivia yang Terselamatkan

Rabu, 25 April 2012 | 14:25 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian Daerah Metro Jaya sempat mengumumkan bahwa Olivia Dewi (17), korban tewas terbakarnya mobil Nissan Juke di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, beberapa waktu lalu mengemudi dalam kondisi yang tidak fit. Dari hasil tes Laboratorium Forensik, polisi menemukan adanya kandungan zat etanol yang biasa terdapat pada minuman keras di dalam tubuh mantan Gadis Sampul tersebut.

Polisi kemudian menutup kasus ini karena menyimpulkan bahwa kecelakaan itu terjadi akibat kelalaian Olivia dalam mengemudi. Kasus tidak bisa diteruskan lantaran tersangka, yakni Olivia, sudah meninggal dunia. Atas dihentikannya kasus ini, keluarga Olivia kemudian melaporkan Nissan Group ke polisi karena diduga ada kesalahan mesin pada Nissan Juke yang dikendarai Olivia.

Melalui kuasa hukumnya, OC Kaligis, pihak keluarga juga mempertanyakan temuan zat etanol yang dikemukakan polisi dalam tubuh Olivia. Pasalnya, tubuh Olivia saat itu sudah hangus terbakar.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, ada organ yang masih bisa diselamatkan dan diteliti oleh Laboratorium Forensik. Hal ini yang dijadikan dasar dari kesimpulan yang diambil polisi tersebut.

"Saya sudah tanya ke Kasubdit Gakkum (yang menangani kasus Olivia) ternyata masih ada beberapa organ walaupun hangus. Organ dalamnya," ungkap Rikwanto, Rabu (25/4/2012) di Mapolda Metro Jaya.

Dia menjelaskan, tidak semua organ dalam menjadi abu. "Tidak semuanya. Ada yang bisa diteliti dan jadi sampel polisi," kata Rikwanto.

Diberitakan sebelumnya, Olivia Dewi (17), mantan Gadis Sampul, tewas mengenaskan saat mobil Nissan Juke B 60 GOH yang dikemudikannya menghantam fondasi reklame di depan gedung Graha Nusa Santana, Sabtu (10/3/2012) malam. Benturan hebat yang terjadi saat itu ternyata menimbulkan percikan api. Malangnya, Olivia tidak dapat menyelamatkan diri karena terjepit di antara kemudi setir. Olivia pun tewas terbakar dalam mobil itu.

Sementara temannya, Joy Sebastian (17), sempat menyelamatkan diri keluar dari mobil. Dari hasil penyidikan, kepolisian menemukan Olivia tidak dalam kondisi fit saat mengemudikan mobilnya. Hasil uji Labfor dan Fakultas MIPA UI menunjukkan bahwa tubuh Olivia mengandung zat etanol.

"Mengandung etanol yang ditemukan ada di hati, darah, dan empedu. Etanol itu ada di minuman keras. Kadarnya 623 mg. Itu memengaruhi konsentrasinya menyetir. Normalnya kalau masih sadar itu 300 mg," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Dwi Sigit Nurmantyas.

Hasil tes juga menunjukkan bahwa mobil yang dikendarai Olivia melaju cukup kencang dengan kecepatan 75-80 km per jam. Selanjutnya, penyebab mobil terbakar terbukti adanya percikan api yang terjadi saat besi mobil berbenturan dengan besi reklame. "Itulah yang menyebabkan percikan api dan kemudian terbakar," kata Sigit.


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Hertanto Soebijoto