Korban Ledakan SPBU Mengaku Baru Pertama Kali Mengelas
- Penulis :
- Sabrina Asril
- Kamis, 26 April 2012 | 20:16 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Deden Suherman (40) terkulai lemas di tempat tidur Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo. Tubuhnya menggigil hebat karena luka bakar di sekujur tubuhnya akibat ledakan tangki penyimpanan bensin di SPBU Palmerah Kamis (26/4/2012) siang tadi.
Saat dijumpai di rumah sakit, Deden yang didampingi kedua saudaranya ini mengaku syok. Pasalnya, hari ini adalah hari pertamanya bekerja memperbaiki tangki yang meledak tersebut.
"Awalnya saya sudah malas-malasan nggak mau ikut. Tapi karena diajak Saimin (korban tewas), saya datang bantu dia. Belum pernah sama sekali saya ngelas tangki, ini baru pertama kali," ucap Deden yang merupakan buruh serabutan ini.
Deden menuturkan bahwa ledakan itu terjadi sangat cepat. Ia hanya ingat dirinya terpental beberapa meter dan melihat kulit tubuhnya melepuh panas.
"Ya Allah tolong, saya waktu itu teriak. Saya lihat tangan kiri saya juga keluar, patah," paparnya.
Beberapa orang akhirnya membawa Deden ke RSAL Mintohardjo. "Saya tidak tahu waktu itu kondisi Saimin bagaimana," imbuhnya.
Saat dibawa ke ruang gawat darurat, Deden mengaku sesak dan sekujur tubuhnya panas. Ia menderita luka bakar lebih dari 50 persen. Hingga kini, Deden masih menjalani perawatan di UGD RSAL Mintohardjo.
SPBU di Palmerah Meledak
Berita Terkait
- Pengelola SPBU Palmerah Terancam Dipidana
- Korban Ledakan SPBU Mengaku Baru Pertama Kali Mengelas
- Pertamina Minta Penyebab Kebakaran di SPBU Palmerah Diselidiki
- Kronologi Ledakan di SPBU Palmerah Barat
- Pengelola: Tanki Bensin SPBU Sudah Direndami Air Selama Sebulan
- Korban Ledakan SPBU Palmerah Lewati Masa Kritis