shutterstock
Ilustrasi
JAKARTA, KOMPAS.com — Kompolotan perampok yang ditembak di Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Sabtu (28/4/2012) malam ini ternyata juga terlibat dalam kasus perampokan lain lintas daerah. Ada empat kasus yang tercatat kepolisian melibatkan kelompok ini.
Demikian disampaikan Kepala Subdirektorat Reserse Mobil (Resmob) Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan, saat dihubungi wartawan pada Sabtu malam. "Kelompok ini juga pelaku pencurian dan kekerasan antarprovinsi dengan berbagai modus," ujar Herry.
Komplotan ini, lanjutnya, juga terlibat dalam kasus perampokan kontainer, perampokan rumah, hingga perampokan pabrik. Beberapa di antaranya mobil Kuku Bima di sepanjang jalan pantura pada bulan Oktober 2011; mobil boks Rinso So Klin di Surabaya, Jawa Timur, pada Agustus 2011; mobil cat di Surabaya, Jawa Timur.
Di Jakarta sendiri, komplotan ini beraksi pada tanggal 19 Agustus 2011 di sebuah gudang kain di Jalan Kapuk Muara Nomor 3, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Ketika itu, korban, yakni Budi Jaya (34) dan Huang Zheng Zhong (39), didatangi empat laki-laki yang mengaku anggota polisi dari Mabes Polri. Tiap-tiap dari mereka membawa senjata api dan sebilah pisau badik, serta menggunakan mobil Toyota Avanza warna hitam bernomor polisi B 5226 PHG.
"Mereka datang ke gudang dan merampas sejumlah uang," ucap Herry. Korban kemudian dibuang di dekat ruko apartemen Sutra Barat Perum Alam Sutra.
Kerugian yang diakibatkan komplotan ini berupa perampasan uang tunai Rp 178 juta, dua ponsel Blackberry, sebuah ponsel merek asal China, dan sebuah ponsel milik korban Budi Jaya. Empat tersangka akhirnya ditangkap, yakni Cecep (42), Imam (45), Sihombing (34), dan Roy Pandu, di kawasan Tanah Kusir. Sementara itu, satu orang lagi tewas ditembak, yakni Bambang.
"Yang tewas dibawa ke RS Polri. Sisanya masih di lokasi," papar Herry yang masih ada di lokasi penangkapan.

