Kamis, 24 Juli 2014

News / Megapolitan

Kesewenang-wenangan

"Koboy Palmerah" Diakui Anggota TNI

Rabu, 2 Mei 2012 | 06:21 WIB

Berita terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Kejadian senggolan antara mobil berwarna hijau dan sepeda motor di Jalan Tentara Pelajar, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (30/4/2012), marak diperbincangkan di jejaring sosial.

Perbincangan ramai menyusul pengunggahan video kejadian tersebut di laman Youtube yang berjudul ”Koboy Palmerah”.

Dalam video berdurasi 1 menit 59 detik tersebut, pengemudi mobil berpelat nomor dinas TNI 1394-00 terlihat berdebat dengan pengendara sepeda motor.

Pria berpakaian kemeja putih dan bercelana panjang warna krem itu juga terlihat menenteng benda menyerupai senjata api. Sempat terdengar pula bunyi seperti tembakan.

Pengemudi mobil juga tampak beberapa kali memukul pengendara motor dengan sebuah tongkat. Pukulan itu mengenai helm yang masih dikenakan pengendara motor.

Anggota TNI

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigjen TNI Pandji Suko Hari Yudho mengakui, orang yang terlihat memegang benda menyerupai senjata dalam video itu adalah anggota TNI AD.

”Pangkatnya kapten dan sehari-hari bertugas di Detasemen Markas TNI AD,” katanya.

Kronologi kejadian versi Pandji, anggota TNI dan pengendara sepeda motor itu awalnya berebut jalur. Saat sedang berada di kiri, tiba-tiba pengendara motor itu mengetuk kaca dan mengatakan, ”Jangan mentang-mentang anggota lalu seenaknya.”

Anggota TNI itu sempat turun untuk mengecek apakah ada yang terserempet. Setelah mengetahui tidak ada yang terserempet, dia masuk lagi ke dalam mobil. Namun, pengendara motor menendang mobil sehingga emosi anggota TNI itu tersulut.

”Ia lalu turun dan mengacungkan airsoft gun, baru kemudian peristiwa ini direkam gambarnya. Jadi, jangan sepotong-sepotong,” ujar Pandji.

Saat ini, anggota TNI itu sedang diperiksa di POM Jaya. Jika ditemukan pelanggaran, yang bersangkutan akan diberi sanksi. Pandji juga membantah bahwa kapten tersebut sempat mengeluarkan tembakan. ”Itu airsoft gun,” ujarnya menegaskan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, kepolisian tidak menangani kasus itu. Informasi yang didapat pihak kepolisian, kasus tersebut sudah ditangani pihak POM TNI AD. (ART/EDN/RTS/NDY


Editor : Reza Wahyudi
Sumber: