Minggu, 19 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 19 Mei 2013 | 11:22 WIB
Bayi Tanpa Tempurung Kepala Akhirnya Meninggal
Kamis, 3 Mei 2012 | 08:53 WIB
|
Share:

BEKASI, KOMPAS.com - Aprilia, bayi yang lahir tanpa memiliki tempurung kepala meninggal dunia pada usia ke lima hari di rumahnya di Kampung Bulak RT01 RW01, Desa Babelan Kota, Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (3/5/2012) dini hari.

"Saya sudah pastikan kabar itu setelah menelepon kakeknya dan memang benar Aprilia meninggal dunia pukul 02.45 WIB tadi," kata tetangga Aprilia, Tarsini (50), di Babelan.

Menurut dia, Aprilia menghembuskan nafas terakhir saat berada di dalam inkubator kreasi sang ayah yang hanya terbuat dari kardus berukuran 50x50 centimeter dengan penerangan bohlam 5 watt. "Saya juga kaget karena kemarin Aprilia masih baik-baik saja dan lincah," ujar Tarsini.

Meninggalnya Aprilia jauh lebih cepat dari prediksi tim dokter dari RSCM Jakarta yang memvonis bayi dengan berat badan 1 kilogram 7 ons itu masih bisa bertahan hidup hingga dua pekan ke depan. Bayi pasangan Hartono (19) dan Dini Aulia (14) itu divonis oleh kedokteran menderita "Anencefali" atau pertumbuhan otak tidak sempurna. Otak Aprilia yang berukuran kecil dan hanya terbalut oleh selaput tipis dibiarkan terkena udara bebas di dalam kardus tersebut.

Sebelumnya, Aprilia sempat dirujuk ke RSCM Jakarta, namun pihak keluarga membawa Aprilia kembali ke rumah dengan alasan orang tuanya tidak memiliki waktu menunggu di rumah sakit. Bahkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi yang berulang kali membujuk pihak keluarga untuk merawat kembali Aprilia di RSCM dengan biaya yang ditanggung Pemkab Bekasi, namun ditolak.

"Saya sedih melihat kondisi Aprilia yang dirawat seadanya oleh pihak keluarga. Saya sudah kontak orang RSCM dan tinggal membawa pasien ke rumah sakit. Tapi keluarga tidak berkenan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Muharman Boestari.

Sumber :
Antara
Editor :
Glori K. Wadrianto