KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT
Bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok ketika berdiskusi dalam kunjungannya ke newsroom Kompas.com di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta, Selasa (17/4/2012). Lelaki asal Belitung ini berpasangan dengan bakal calon gubernur Joko Widodo (Jokowi) maju di Pilkada DKI Jakarta.
JAKARTA, KOMPAS.com — Bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau biasa dipanggil Ahok, santai menanggapi selebaran gelap tentang bakal calon gubernur pasangannya, Joko Widodo atau Jokowi. Menurutnya, cara seperti itu turut mensosialisasikan Jokowi.
"Pamflet kampanye hitam ini, perlu kami ucapkan terima kasih kepadanya karena bantu kami sosialisasi sampai ke seluruh DKI tanpa bayar bahwa Jokowi mau jadi gubernur DKI. Selama ini kami mungkin belum bisa jangkau seluruh DKI agar warga tahu Jokowi mau ikut DKI 1," kata Ahok saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Minggu (6/5/2012).
Ahok justru menilai positif kampanye hitam melalui penyebaran poster tersebut. Ia yakin masyarakat Ibu Kota dapat memilah informasi, baik yang benar maupun yang tidak, karena saat ini warga sudah pintar dalam menyikapi hal tersebut. "Saya kira bagus ada kampanye negatif seperti itu. Masyarakat DKI kan cerdas, akan tahu bahwa Jokowi diperhitungkan bisa jadi gubernur DKI," ucapnya.
Ahok menduga sejauh ini kampanye gelap tersebut dilakukan pihak yang tak suka dengan pasangannya itu. Lagi pula, sepak terjang yang dilakukan kedua pasangan ini telah mampu memikat hati warga Jakarta. Kendati demikian, Ahok tak mau menduga-duga siapa pihak yang sengaja menyebar hal tersebut. "Ada pihak-pihak yang khawatir, makanya mereka lakukan black campaign ini," ujarnya.
