Sabtu, 22 November 2014

News / Megapolitan

Pilkada DKI

Hidayat: Saya dan Jokowi Diadu Domba

Senin, 7 Mei 2012 | 12:31 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Peredaran selebaran gelap berisi kampanye negatif (black campaign) terhadap Joko Widodo, salah satu bakal calon Gubernur DKI Jakarta, mengundang reaksi banyak pihak. Hidayat Nur Wahid, bakal calon lainnya yang diusung Partai Keadilan Sejahtera, ikut bersuara atas penggunaan cara berpolitik gaya lama tersebut.

"Itu upaya mengadu domba saya dan Jokowi, termasuk antara pendukung saya dan pendukung Jokowi," kata Hidayat saat jumpa pers di Media Center Hidayat-Didik, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (6/5/2012).

Mantan Ketua MPR ini pantas berbicara tegas dan keras, di luar kebiasaannya. Pasalnya, beberapa salinan selebaran tentang Jokowi ditempelkan di dekat posternya, bahkan di antara gambar Hidayat dan pasangannya, Didik J Rachbini. Pola tersebut memberi kesan kampanye negatif dilakukan oleh pihak yang mengusung slogan "Beresin Jakarta".

Karena itu, Hidayat meminta pihak yang mengatur dan mengawasi pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta perlu bersikap tegas. "Panwasda dan KPU perlu melakukan inspeksi. Penggunaan cara-cara kampanye negatif ini bisa berakibat pada pendukung masing-masing di akar rumput," kata mantan Presiden PKS itu.

Selebaran tentang Jokowi telah menyebar di beberapa permukiman di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat. Dalam selebaran yang berisi tulisan tebal "Tolak Jokowi" itu terdapat paparan tiga poin terkait kepemimpinan Jokowi di Solo. Selebaran tersebut juga yang menyebut Jokowi sebagai pemimpin yang tidak amanah. Dicantumkan pula kalimat sumpah jabatan yang dibacakan Jokowi saat memimpin Solo pada periode kedua.


Penulis: Imanuel More
Editor : Hertanto Soebijoto