Minggu, 26 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 26 Mei 2013 | 01:00 WIB
Pembobol Brankas UKI Juga Jebol 17 Pintu Ruang Pimpinan
Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Senin, 7 Mei 2012 | 16:35 WIB
|
Share:

Pembobol Brankas UKI Juga Jebol 17 Pintu Ruang Pimpinan
DIDIE SW
Ilustrasi Kriminalitas Pencurian

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak hanya menggasak uang senilai Rp 74,5 juta, rupanya pembobol brankas di ruangan Biro Kemahasiswaan, Universitas Kristen Indonesia, Jl. Mayjen Soetoyo, Cawang, Jakarta Timur juga menjebol 17 pintu ruangan pimpinan universitas.

Sekretaris ESDM Universitas Kristen Indonesia, Bintang Simbolong mengungkapkan dirinya baru mengetahui kejadian tersebut saat seorang petugas cleaning service memberitahunya sekitar pukul 06.00 WIB. Ia pun langsung berkoordinasi dengan sejumlah pihak.

"Cleaning service melapor bahwa pintu lantai dua dalam keadaan terbuka, saya berhubungan dengan kepala sekuriti dan melapor ke Kapolsek Kramat Jati jam 8.30 WIB. Total ada 17 pintu rusak di lantai dua dan tiga," ujar Bintang saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (7/5/2012).

Pihaknya memperkirakan, pelaku masuk dari jendela lantai dua bagian belakang bangunan dengan menggunakan tangga. Dugaan tersebut berdasarkan pengamatan tidak ada jendela yang rusak selain jendela ruang Biro ESDM di lantai dua tersebut.

"Dari situ bergerak ke lantai satu dan tiga. Rata-rata ruang pimpinan. Ruang rektor, pembantu rektor non-akademik, ruang sekretaris universitas, ruang pengendali mutu, ruang kepala biro BAK," lanjutnya.

Pelaku pun berhasil menggasak uang dengan total Rp 75,5 juta, terdiri dari Rp 70 juta serta 500 dolar Amerika Serikat di dalam brankas besi yang berada di ruangan Biro Kemahasiswaan. "Sebenarnya uang itu buat kegiatan paduan suara mahasiswa dalam waktu dekat," ujar Bintang.

Yang menjadi keheranan pihak rektorat, pelaku tidak mengambil laptop yang ada di hampir semua ruangan yang dijebol pintunya. Ini menguatkan kecurigaan bahwa pelaku telah menargetkan buruannya, yaitu uang dalam brankas.

Sementara dari sisi pengamanan, berdasarkan informasi yang didapat Kompas.com di lapangan, pihak sekuriti yang berjaga saat peristiwa tersebut hanya 15 orang untuk seluruh area kampus, sedangkan untuk gedung rektorat sendiri, hanya dijaga satu sekuriti di bagian depan.

Pihak kepolisian dari Unit Reserse Kriminal Polsek Kramat Jati pun telah melakukan olah tempat kejadian perkara tadi pagi. Sebanyak 35 orang pegawai outsourcing sekuriti dan cleaning service telah diperiksa di Polsek Kramat Jati. Meski demikian, polisi maupun pihak rektorat belum bisa mgambil kesimpulan dari mana pelaku berasal.

 

Editor :
A. Wisnubrata