KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADO
Anggota PP dan Anggota FBR tampak berfoto bersama di depan posko FBR yang dirusak oleh sekelompok masa, Selasa (14/2/2012).
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepemimpinan para petinggi Forum Betawi Rempug (FBR) dan Pemuda Pancasila (PP) agaknya perlu dipertanyakan. Hal itu terkait seringnya terjadi bentrokan akibat ulah kedua organisasi masyarakat tersebut.
Hal tersebut diungkapkan Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/5/2012). Menurut Rikwanto, kedua ormas itu sudah dipertemukan, sudah ditangkap, sudah dihukum, sudah dimediasikan, sudah diadakan acara bersama. Tapi semua tergantung pemimpinnya.
"Kita tanyakan leadership pimpinan, bisa enggak pimpin anggotanya?" kata Rikwanto.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sekitar pukul 03.00 WIB, sebanyak 60 orang yang diduga anggota PP bentrok dengan anggota FBR di Gang Kubur, Joglo, Kembangan, Jakarta Barat. Kejadian tersebut mengakibatkan satu orang mengalami luka bacok.
Korban, Hamdani (19), sedang berada di gardu FBR ketika peristiwa itu terjadi. Ia terkena bacok di ketiak kanan, pantat kanan, dan kelingking kanan. Korban kemudian dilarikan warga ke RS Al-Kamal, Kembangan untuk menjalani rawat inap.
