Sabtu, 25 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 25 Mei 2013 | 08:03 WIB
Diusulkan "Panic Button" di Setiap Minimarket
Penulis : Sabrina Asril | Senin, 7 Mei 2012 | 20:04 WIB
|
Share:
Diusulkan "Panic Button" di Setiap Minimarket KOMPAS/LASTI KURNIA Ilustrasi : Untuk menjaga kemananan selama beroperasi 24 jam, minimarket Seven Eleven (711) mempekerjakan satpam dan mengoperasikan kamera CCTV, Kemangisan, Jakarta, Rabu (11/1/2012). Minimarket khususnya yang buka selama 24 jam, kini kerap menjadi sasaran kejahatan.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian Daerah Metro Jaya dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) sedang mengkaji standar sistem pengamanan di setiap minimarket, menyusul banyaknya aksi perampokan minimarket.

Salah satu sistem pengamanan yang dikaji adalah dengan memasang panic button atau tombol rahasia yang saat dipencet akan memberi peringatan kepada polisi atau pihak berwenang.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Senin (7/5/2012), di Mapolda Metro Jaya.

"Polisi hanya beri usulan ke Aprindo untuk pengamanan minimarket. Sarannya bisa pakai satpam, kamera CCTV, dan terakhir dengan menggunakan alat panic button," ujar Rikwanto.

Panic button itu, lanjutnya, diletakkan di dekat kasir. Jika ada tindak kejahatan yang terjadi, pegawai tinggal memeceyt tombol yang terhubung dengan alarm di kantor kepolisian terdekat.

"Nanti petugas yang menerima bisa tahu ada tanda nyala. Ini salah satu langkah preventif dari minimarket itu sendiri. Kawasan perumahan elite sudah mulai pakai itu," ungkap Rikwanto.

Sebelumnya, aksi perampokan menggunakan senjata api dan senjata tajam dengan sasaran minimarket 24 jam kembali terjadi di Kota Tangerang Selatan, Jumat (4/5/2012) dini hari.

Salah satunya adalah Indomaret di Jalan Serpong Raya KM 8, tepatnya di seberang Rumah Sakit Ashobirin. Minimarket ini menjadi sasaran kawanan perampok yang diduga berjumlah lima orang.

Kawanan ini hanya beraksi dalam waktu lima menit, mulai pukul 03.57 hingga pukul 04.02. Mereka membawa kabur uang tunai Rp 10 juta, beberapa susu kaleng, dan rokok.

Pada awal April 2012, kasus perampokan minimarket pada dini hari juga terjadi di Jalan RE. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan. Saat itu kawanan perampok menodongkan senjata api kepada dua karyawan.

Setelah melumpuhkan karyawan dan memasukkannya dalam gudang, mereka mengambil uang tunai Rp 2 juta. Puluhan slop rokok, kosmetik, dan susu dibawa kabur.

Pelaku juga mengambil CCTV di sekitar meja kasir dan tangga kemudian mengikat tangan dan kaki mereka dengan posisi duduk.

Karyawan lain yang sedang berada di ruang server dipaksa untuk menunjukkan dan membuka brankas. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 33 juta.

Ketika Kompas.com mendatangi sejumlah minimarket di sekitar lokasi kejadian, para penjaga minimarket menyatakan tidak tahu tentang kejadian tersebut.

Mereka umumnya hanya mengetahui kejadian perampokan pada Jumat pukul 04.15, tetapi tidak mengetahui kejadian pada Minggu subuh.

Penjaga Alfamart 24 Jam di Jalan Raya Serpong KM 8, Kartono, mengatakan, setiap hari selalu ada mobil patroli Polsek Serpong yang melintas di Jalan Raya Serpong sekitar pukul 00.00 WIB.

Patroli juga dilakukan secara swakarsa oleh warga setempat. Akan tetapi, patroli tersebut tidak pernah dilakukan setelah pukul 04.00 WIB.

Editor :
Tri Wahono