JAKARTA, KOMPAS.com — Suryadi (51) hampir saja menemui ajalnya di tangan kelompok preman tak dikenal. Padahal, tujuan kepergiannya sangat mulia, yaitu mencari anggota keluarga yang dikabarkan terjatuh dari kereta.
Komisaris Darmawan Situmorang, Kapolsek Metro Pesanggrahan, saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (9/5/2012), menuturkan, peristiwa tersebut terjadi di Jalan Rawa Papan, Bintaro, Pesanggrahan, Jaksel, pada Selasa (8/5/2012) malam.
"Dia dapat informasi bahwa ada anggota keluarganya yang terjatuh dari kereta tujuan Serpong. Dengan temannya Taufik, dia lalu mengendarai motor menyusuri rel kereta," urai Darmawan.
Awalnya, warga Petamburan, Tanah Abang, Jakpus, ini berniat untuk menanyakan informasi ke pihak kepolisian Pesanggrahan. Namun, sesampainya ia bersama rekannya Taufik di Pos FBR Rawa Papan, keduanya tiba-tiba diserang kelompok tak dikenal.
Tangannya ditarik hingga terjatuh dari motor. Suryadi langsung dikeroyok, dipukuli, dan dibacok. Sedangkan Taufik yang sempat mengalami nasib serupa lebih cepat meloloskan diri dan melaporkan kejadian itu kepada aparat keamanan di Polsek Pesanggrahan.
Anggota Polsek pun segera berangkat ke lokasi dan melakukan penyisiran. Namun, korban bersama para pelaku tidak ditemukan. Beberapa saat kemudian barulah diperoleh informasi bahwa korban berada di RS Suyoto dengan mengalami luka memar dan luka di kepala akibat sabetan benda tajam.
"Tiga jahitan luka sabetan di kepala," kata Darmawan. Atas kejadian tersebut, korban pun melaporkannya ke Polsek Pesanggrahan untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Sementara itu, Komisaris Darmawan mengaku, pihaknya hingga saat ini belum bisa mengidentifikasi kelompok penyerang.
