Sabtu, 25 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 25 Mei 2013 | 18:28 WIB
KECELAKAAN SUKHOI
"Jangan Terus Kritik, Lihat Usaha Mereka"
Penulis : Sabrina Asril | Sabtu, 12 Mei 2012 | 12:04 WIB
|
Share:
"Jangan Terus Kritik, Lihat Usaha Mereka" KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Tim SAR memetakan ulang posisi jatuhnya pesawat setelah melihat bagian sayap dan ekor pesawat Sukhoi Super Jet 100 dari jalur pendakian Kampung Pasir Manggis, Desa Cipelang Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (11/5/2012). Hingga Jumat siang tim SAR beum berhasil mengevakuasi penumpang karena lokasi jatuhnya pesawat dilereng curam dan medan yang ditempuh sangat sulit. Tim SAR sementara akan fokus untuk membuka jalan menuju lokasi jatuhnya pesawat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Empat hari tiga malam, Tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100. Medan yang berat dengan kemiringan sampai 85 derajat tidak menyurutkan semangat garda terdepan harapan keluarga korban tersebut untuk menjalani misi kemanusiaannya.

Juru Bicara Basarnas Gagah Prakoso, Sabtu (12/5/2012), menceritakan upaya yang dilakukan anggota Tim SAR tidaklah mudah. Tim pertama yang mencapai lokasi kecelakaan (crash site) bahkan terpaksa bermalam di dekat lokasi itu. Mereka mencapai lokasi kecelakaan setelah menempuh berbagai cara termasuk melakukan rock climbing untuk mencapai kemiringan tertentu.

Ada sekitar 8-10 anggota tim yang ada di situ. Stamina para anggota tim SAR pertama tersebut, kata Gagah, memang kian menurun. "Mereka bermalam berhari-hari di sana itu dengan medan yang sangat sulit kondisinya kian menurun. Jadi asupan stamina dan tenaga yang dikeluarkan tidak balance," kata Gagah.

Untuk mengatasi menipisnya perbekalan yang ada, lanjut Gagah, tim yang lain menyuplai perbekalan seperti air minum dan mie. Cara untuk menyuplai makanan ke sana pun kerap menemukan rintangan. "Kadang-kadang airnya pecah karena dilempar dari helibox," imbuhnya.

Bahkan, pernah upaya penyuplaian makanan melalui tali-temali dari helikopter, tetapi justru menganggu keseimbangan helikopter, sehingga tali terpaksa diputus.

Dengan upaya perjuangan itu, Gagah meminta masyarakat untuk bersabar. Segala upaya akan terus dilakukan tim SAR untuk mengevakuasi para korban. "Mereka dibekali kemampuan dan ilmu. Jadi jangan dikritik terus, karena lihat usahanya terus dilakukan," tandas Gagah.

Editor :
Glori K. Wadrianto