KOMPAS.COM/RIANA
Kondisi halaman Ballroom Hotel Sultan yang penuh dengan sampah seusai acara pengambilan nomor urut cagub-cawagub DKI Jakarta, Sabtu (12/5/2012).
JAKARTA, KOMPAS.com - Seusai pengambilan nomor urut calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2012, Sabtu (12/5/2012) malam, halaman Ballroom Hotel Sultan mendadak berubah menjadi lautan sampah. Kotak putih bekas makanan dan botol air mineral tampak berserakan di sekitar halaman.
Ribuan massa pendukung enam calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang akan bertarung dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012 ini memang sudah memadati halaman hotel bintang lima ini sejak sore. "Kami datang ke sini dari pukul 15.00 WIB untuk mendukung sekaligus mengetahui nomor urut yang didapat mereka," kata salah seorang pendukung pasangan Jokowi-Ahok, Oman, saat dijumpai di halaman Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu sore.
Tidak hanya pendukung Jokowi-Ahok saja, massa simpatisan Alex Noerdin-Nono Sampono juga sudah terlihat sejak sore di halaman Ballroom Hotel Sultan. Menjelang maghrib, pendukung masing-masing calon mulai berdatangan dan semakin membuat padat keadaan.
Saat acara dimulai, sebagian besar pendukung juga tidak diperbolehkan masuk ke dalam Ballroom mengingat kapasitas gedung, sehingga Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta menyediakan layar raksasa di luar ruangan agar pendukung dapat melihat calon Gubernurnya.
Namun yang sangat disayangkan, para pendukung yang loyal terhadap calonnya ini sama sekali tidak peduli pada lingkungan dan kebersihan. Bagaimana Jakarta akan menjadi lebih baik jika warganya saja tidak sadar akan kebersihan?
