Sabtu, 25 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 25 Mei 2013 | 23:10 WIB
Kecelakaan Sukhoi
Istri Didik Nur Yusuf Mulai Tegar
Penulis : Pingkan E Dundu | Minggu, 13 Mei 2012 | 22:18 WIB
|
Share:
Istri Didik Nur Yusuf Mulai Tegar Kompas.com/Natalia Ririh Istri Didik Nur Yusuf, Nurlaila (berkerudung biru) tampak lebih tegar saat ditemui di kediamannya di Kompleks Kartika Baru, Ciledug, Tangerang, Minggu (13/5/2012). Meskipun pasrah, Nurlaila masih mengharapkan keajaiban untuk suaminya yang menjadi penumpang pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Jawa Barat, Rabu (9/5/2012) lalu.

TANGERANG, KOMPAS.com — Nurlaela (38), istri Didik Nur Yusuf (44), salah satu dari penumpang Sukhoi Superjet 100 yang mengalami kecelakaan di Gunung Salak, Bogor, Rabu lalu, saat ini mulai terlihat tegar.

Dua hari lalu, Jumat (11/5/2012), Ela (panggilannya sehari-hari) masih terbaring lemah di tempat tidur rumahnya di Puri Kartika Baru, Ciledug, Kota Tangerang. Dia harus mendapat bantuan infus karena asam lambung tinggi akibat tidak mau makan setelah mendengar kabar kecelakaan yang menimpa suaminya. Tak hanya harus diinfus, Ela berulang kali pingsan.

Namun, saat menerima kedatangan karyawan Kompas Gramedia yang dipimpin CEO KKG Agung Adiprasetyo, Ela terlihat lebih segar. Bahkan, ketikan dilakukan "Doa Penguatan dan Minta Mujizat keselamatan Didik", Ela yang didampingi kakak dan adik iparnya bisa menahan emosinya. Dia hanya menangis dan tidak lagi pingsan.

"Pihak keluarga sudah menguatkan dan memberikan masukan agar Ela bisa tabah dan kuat atas apa pun kabar yang terjadi pada suaminya," kata Nur Zulaicha (51), kakak Didik.

Didik adalah fotografer majalah Angkasa yang ikut dalam penerbangan uji coba pesawat Sukhoi Superjet 100, Rabu lalu. Dia bersama Doddy, juga wartawan Angkasa, ikut dalam penerbangan itu.

Editor :
Marcus Suprihadi