Senin, 14 Mei 2012

News

Hidayat Ingin Naikkan Anggaran Kesehatan 100 Persen

  • Penulis :
  • Riana Afifah
  • Senin, 14 Mei 2012 | 19:58 WIB
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nur Wahid (kanan) dan Didik J Rachbini, berkunjung ke kantor Redaksi Kompas, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2012). Kunjungan yang disambut jajaran pemimpin Redaksi Kompas tersebut untuk menjalin silaturahim dengan media massa. | KOMPAS/WISNU WIDIANTORO

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid, ingin menaikkan anggaran untuk program kesehatan di Jakarta sebesar 100 persen.

"Itu menjadi komitmen kami bila terpilih nanti. Kami ingin anggaran APBD DKI berbasis pada anggaran kesehatan. Khususnya bagi warga miskin dan tidak mampu," kata Hidayat, saat acara Debat Program Kesehatan Cagub-Cawagub DKI Jakarta 2012, di Aula Fakultas Kedokteran UI, Jakarta, Senin (14/5/2012).

Dengan rencana ini, anggaran JPK Gakin dan SKTM yang kini dialokasikan dalam APBD sebesar Rp 600 miliar akan bertambah dua kali lipat menjadi Rp 1,2 triliun. Hidayat mengungkapkan bahwa hal ini akan menjadi prioritas jika ia terpilih.

Kemudian ia juga berniat meningkatkan anggaran promosi kesehatan dalam APBD DKI, dari semula sebesar Rp 150 miliar menjadi Rp 300 miliar. Ini mengingat banyak warga yang tidak mengerti alur untuk berobat dan kurang paham dengan langkah penting dalam pencegahan penyakit bagi warga.

"Dengan promosi ini, warga juga dapat mengerti ke mana harus berobat terlebih dahulu secara berjenjang," jelas Hidayat.

Menurutnya, selama ini sosialisasi dan promosi kesehatan merupakan kegiatan atau program yang kurang diperhatikan. Padahal sosialisasi dan promosi kesehatan ini memegang peranan penting agar pelayanan kesehatan dapat cepat menyentuh berbagai kalangan.

Untuk sosialisasi dan promosi kesehatan, ia akan mengajak seluruh kampus yang memiliki fakultas kedokteran untuk bekerja sama menyampaikan pola hidup sehat, pencegahan penyakit kritis dan bagaimana berobat yang benar.

"Masalah kesehatan memang tanggung jawab Gubernur. Tapi dalam pelaksanaannya gubernur tidak perlu menjadi one man show, tetapi bentuk tim kerja besar di bawah komando gubernur," ungkapnya.

"Tim kerja harus mulai dari walikota, lurah, camat, RT, RW dan seluruh fakultas kedokteran untuk melayani kesehatan warga Jakarta. Maka pelayanan kesehatan Jakarta akan menjadi barometer bagi daerah lain," tandasnya.

Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
HIDAYAT - DIDIK
[x] close