Selasa, 15 Mei 2012

News

KNKT Teliti Riwayat Sukhoi dan Awak Pesawatnya

  • Penulis :
  • Sabrina Asril
  • Selasa, 15 Mei 2012 | 18:52 WIB
Kru pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/5/2012). | Sergey Doyla

JAKARTA, KOMPAS.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sudah memiliki sejumlah data terkait pesawat Sukhoi Superjet 100 dari pihak Rusia maupun Air Traffic Control (ATC). Data itu akan dijadikan bahan penelitian KNKT untuk menyelidiki penyebab kecelakaan pesawat buatan Rusia tersebut.

Hal ini diungkapkan Investigator In Charge KNKT, Kapten Prita Widjaja, Selasa (15/5/2012) di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta. "Kami (KNKT Indonesia dan Rusia) sudah saling bertukar informasi soal pesawat, tentang perawatannya, sejarah awak pesawat, soal lisensi, dan segala macamnya," kata Prita.

Selain itu, Prita mengakui pihaknya juga sudah mendapatkan sejumlah data dari ATC bandara yang menyangkut flight plan, ATCP, dan radar. Pihak ATC Indonesia, kata Prita, juga sudah memberikan data ke KNKT dan kemudian dibagikan pula ke tim Rusia. Tim kini sedang melakukan pertemuan untuk diskusi cara memakai data itu.

Selain itu, Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya Daryatmo juga sudah memberikan sejumlah temuan tim SAR di lokasi kecelakaan kepada KNKT. Temuan itu meliputi alat komunikasi, emergency locator transmitter (ELT), dan global positioning system (GPS).

Kendati sudah memiliki banyak data, Prita menuturkan, KNKT tetap memerlukan kotak hitam atau black box yang hingga kini belum ditemukan. "Kami tetap membutuhkan black box itu. Saat ini tim SAR sangat membantu mencari black box tersebut," ujarnya.

Kotak hitam menjadi elemen penting untuk menyingkap penyebab kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang menghantam tebing Gunung Salak pada Rabu (9/5/2012). Kotak hitam merupakan sekumpulan perangkat yang di dalamnya terdapat perekam data penerbangan (flight data recorder atau FDR) dan perekam suara kokpit (cockpit voice recorder atau CVR) dalam pesawat terbang. Alat tersebut berfungsi merekam pembicaraan antara pilot dan pemandu lalu lintas udara atau air traffic control (ATC) serta untuk mengetahui tekanan udara dan kondisi cuaca selama penerbangan.

Editor : Laksono Hari W
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Kecelakaan Pesawat Sukhoi
[x] close