Selasa, 21 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 21 Mei 2013 | 11:08 WIB
Pilkada DKI
Jokowi-Ahok Terseret Iklan Prabowo
Penulis : Imanuel More | Rabu, 16 Mei 2012 | 11:09 WIB
|
Share:
Jokowi-Ahok Terseret Iklan Prabowo KOMPAS IMAGES/MUNDRI WINANTO Cagub Joko Widodo bersama wakilnya Basuki Tjahaja Purnama memperlihatkan nomor urut yang didapatkannya di acara penentuan dan penetapan nomor pasangan Cagub dan Cawagub Pilkada DKI Jakarta di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Sabtu (12/05/2012). Pasangan Jokowi-Ahok mendapatkan nomor urut tiga pada Pilkada DKI Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Basuki Tjahaja Purnama, pasangan Joko Widodo dalam Pilkada DKI Jakarta, mengaku tidak tahu menahu soal iklan yang dipersoalkan pesaingnya. Karena itu, dia mempersilakan Panwaslu DKI Jakarta memproses secara benar bila ada aduan yang diterima terkait iklan tersebut.

"Biarkan Panwaslu yang menilai apa kami sengaja mendesain kampanye seperti itu," kata Ahok, sapaan Basuki kepada Kompas.com di Jakarta, Rabu (16/5/2012).

Dia mengatakan, tim suksesnya tidak pernah mendesain suatu iklan kampanye khusus untuk disiarkan televisi. Mantan Bupati Belitung Timur ini bahkan belum sempat menonton iklan yang menurut rencana akan diadukan tim Fauzi Bowo - Nachrowi Ramli.

"Sulit berkomentar karena saya sendiri belum menonton iklannya seperti apa," kata Ahok.

Dia menjelaskan, menurut informasi, iklan tersebut adalah iklan Prabowo Subianto sebagai Dewan Pembina Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APSI). Kemungkinan iklan itu dibuat dalam kaitan dengan APSI.

"Kami berdua pernah mendampingi beliau (Prabowo) berkunjung ke pasar dan bertemu pedagang. Kami tidak tahu kalau kemudian ada cuplikan tertentu yang dijadikan iklan," kata Ahok.

Mantan anggota Fraksi Partai Golkar di DPR RI ini menambahkan, tim sukses Jokowi-Ahok lebih memprioritaskan pendekatan langsung ke komuditas dibandingkan pemanfaatan poster, baliho maupun iklan sebagaimana pasangan calon lainnya. Selain karena menganggap pendekatan itu lebih mendidik warga sekaligus tidak merusak pemandangan kota, khusus untuk poster dan baliho.

Ahok juga beranggapan, jenis kampanye melalui media membutuhkan dukungan finasial yang kuat. "Kalau kami kan tidak punya uang. Mau pakai duit siapa?" kata Ahok.

Iklan yang berisi cuplikan pasangan Jokowi-Ahok pernah ditayangkan sebuah stasiun televisi swasta nasional pada Minggu (13/5/2012). Iklan di luar masa kampanye dan setelah penetapan nama pasangan calon itu dianggap pesaing mereka melanggar aturan kampanye.

Editor :
Hertanto Soebijoto