Kamis, 23 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 23 Mei 2013 | 01:43 WIB
Jakarta 1
Jokowi Janji Tekan Inflasi di Bawah 2 persen
Penulis : Imanuel More | Jumat, 18 Mei 2012 | 13:47 WIB
|
Share:
Jokowi Janji Tekan Inflasi di Bawah 2 persen KOMPAS/ALIF ICHWAN Ekonomi Kerakyatan -Calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Gerindra, Joko Widodo, menikmati makan siang di salah satu warung makan bersama masyarakat sekitar, usai menunaikan ibadah shalat Jumat di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Jumat (6/4/2012). Jokowi yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi kerakyatan merupakan sasaran utama dari calon gubernur DKI Jakarta ini.

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, menyatakan bahwa pemahaman lapangan dan jalur distribusi serta ketersediaan stok barang menjadi kunci dalam menekan laju inflasi. Hal itu sudah dibuktikannya selama menjabat Wali Kota Solo, Jawa Tengah, dengan mampu menekan angka inflasi hingga 1,93 persen.

Seusai mengunjungi beberapa pasar di Jakarta, Kamis (17/5/2012) malam, Jokowi menjanjikan akan mengupayakan langkah yang sama bila dipercaya memimpin Jakarta. Pasalnya, angka inflasi Ibu Kota pada 2011 berada pada angka 3,97 persen.

"Manajemen pasokan itu selalu ada stok. Kemudian manajemen distribusi barang harus tahu lapangan. Jadi, tahu di mana gudang, tengkulaknya, stok berapa, selalu terkontrol dan termonitor," ujar Jokowi, memaparkan kunci pengendalian inflasi yang diterapkannya.

Berkat pemahaman tersebut, mantan pengusaha mebel ini terpilih sebagai pemimpin daerah Pengendali Inflasi Terbaik di Indonesia.

Jokowi mengatakan, asalkan mengerti titik-titik dan unsur-unsur pengontrolan saat di lapangan dan manajemen pasokan efektif, maka inflasi dapat dikendalikan. Kiat yang sama dapat diterapkan di Jakarta. "Asal menguasai medan lapangan, sangat mungkin diterapkan (di Jakarta). Kenapa tidak?" ujarnya.

Terkait kondisi pasar sebagai lokasi utama distribusi, Jokowi menilai masih terdapat kendala pada kondisi infrastruktur. "Masalah di pasar sekarang ini ya becek, bau, tidak tertata. Itu harus dibenahi infrastrukturnya," ujarnya.

Jokowi menuturkan, pasar tradisional itu harus diberdayakan karena merupakan etalase para usaha mikro kecil (UKM). Oleh karena itu, salah satu cara pemberdayaan yang efektif adalah dengan memperbaiki infrastruktur pasar. Beberapa pasar tradisional yang dikunjungi Jokowi antara lain Pasar Minggu, Pasar Ular, Pasar Jangkrik, Pasar Kramat Jati, dan Pasar Inpres Senen. Ia menilai pasar-pasar tersebut perlu mendapat perbaikan infrastruktur untuk menjadi lokasi dagang yang layak.

Editor :
Hertanto Soebijoto