Senin, 21 Mei 2012

News

2 Tewas Tertabrak Transjakarta

  • Senin, 21 Mei 2012 | 05:16 WIB

jakarta, kompas - Dua lelaki pengendara sepeda motor tewas tertabrak bus transjakarta di Jalan Letjen Sutoyo, Kramatjati, Jakarta Timur, Minggu (20/5) pukul 14.45.

Kedua korban merupakan warga Jaktim. Alip Sumpeno (45) warga RT 8 RW Pondok Bambu, Duren Sawit, serta Sugimo (54), warga RT 5 RW 3 Batu Ampar, Kramatjati.

Kasatlantaswil Jaktim Ajun Komisaris Besar Sudarsono menyatakan, Alip mengendarai sepeda motor Yamaha Mio. Sugimo, penjual daging ayam, membonceng sambil menenteng puluhan ayam siap potong.

Dari pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, lanjut Sudarsono, sepeda motor korban melaju cukup kencang dari arah Cawang ke Cililitan. Sepeda motor B 3687 TEE itu melaju di samping beton pemisah busway. Di samping sepeda motor korban, melaju bus transjakarta Koridor 10 (Tanjung Priok-Cililitan) yang dikemudikan Hotman Pasaribu (46), warga Semper Barat, Jakarta Utara.

Menurut Sudarsono, diduga akibat ayam yang ditenteng memberontak, Alip tidak bisa mengendalikan sepeda motor. Alip dan Sugimo kemudian terpelanting ke busway dan tertabrak bus transjakarta B 7736 IS itu.

Juru bicara BLU Transjakarta Busway, Sri Ulina Pinem, mengatakan, sepeda motor atau muatan yang ditenteng diduga menyenggol bus. Akibatnya, sepeda motor tidak bisa dikendalikan. Korban pun terpelanting dan terjatuh ke busway lalu tewas tertabrak.

Kecelakaan itu memacetkan arus lalu lintas di ruas Cawang-Cililitan. Operasional bus transjakarta juga terganggu sebab busway disterilkan untuk olah tempat kejadian perkara.

Kedua jenazah kemudian dibawa ke RSCM, Jakarta Pusat. Jenazah dijenguk keluarga masing-masing dan malam harinya dimakamkan.

Menurut Sudarsono, Hotman masih diperiksa dan ditahan. Bus transjakarta disita untuk kepentingan penyelidikan kasus.

Sri Ulina mengatakan, keluarga korban akan menerima santunan dari BLU. ”Nilainya masih akan dibicarakan dengan keluarga korban,” katanya.

Tewasnya Alip dan Sugimo menambah jumlah korban tewas akibat bertabrakan dengan bus transjakarta. Jumlah korban menjadi lima orang. Periode Januari-Maret 2012 ada 11 kasus kecelakaan yang menewaskan tiga orang.

Kurun 2010 armada transjakarta terlibat dalam 399 kasus kecelakaan dengan korban tewas 13 orang. Tahun 2011 jumlah kasus kecelakaan turun menjadi 101 kasus, tetapi korban tewas bertambah menjadi 16 orang.

Disiplin berkendara

Direktur Institut Studi Transportasi Darmaningtyas mengatakan, kecelakaan antara pengendara sepeda motor dan bus transjakarta terus terjadi ketika tingkat kedisiplinan rendah.

Korban tewas tidak melintas, tetapi terjatuh ke busway. Untuk itu, bisa dipahami apabila salah satu cara mencegah pengendara sepeda motor terjatuh ke busway dan menjadikan jalur ini steril adalah meninggikan beton pembatas menjadi 30 sentimeter.

”Tetapi saya tidak yakin meninggikan separator itu solusinya. Malah itu mungkin masalah baru karena berpotensi tersenggol pengendara lainnya,” kata Darmaningtyas yang juga Ketua Divisi Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia.

Untuk mencegah kecelakaan, pengemudi patut lebih berhati-hati dan disiplin. Pengguna sepeda motor dan bus reguler diimbau tidak melintas di jalur mobil dan sebaliknya.

(BRO)

Saya tidak yakin meninggikan ”separator” itu solusinya.Darmaningtyas

Editor :

Berita Terkait