Senin, 20 Oktober 2014

News / Megapolitan

BPKD DKI Jakarta Beberkan Dana Hibah

Kamis, 24 Mei 2012 | 16:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta membenarkan adanya kenaikan alokasi anggaran pada dana hibah 2012 ini. Namun kenaikan ini sama sekali tidak berkaitan dengan biaya kampanye Fauzi Bowo seperti yang dituduhkan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW).

Kepala BPKD DKI Jakarta, Syukri Bey, mengatakan bahwa kenaikan dana hibah pada tahun 2012 ini tidak sebesar kenaikan pada tahun 2011. Kenaikan dana hibah ini juga biasanya disebabkan adanya event besar yang diselenggarakan di Jakarta.

"Tahun 2011, kenaikannya lebih tinggi karena saat itu kan ada event SEA Games yang alokasi anggarannya pada KONI Provinsi DKI Jakarta," kata Syukri, di Balaikota, Jakarta, Kamis (24/5/2012).

Ia menjelaskan kenaikan dana hibah pada tahun 2012 ini sebesar Rp 456.481.454.597, sehingga dana hibah pada tahun 2012 ini mencapai Rp 1,3 triliun dari alokasi anggaran dana hibah awal sebesar Rp 942.192.416.819. Kenaikan pada tahun 2012 ini disebabkan karena adanya event Pekan Olahraga Nasional di Riau yang alokasi anggarannya di KONI Provinsi DKI Jakarta. Kemudian, adanya alokasi anggaran BOS untuk SD/SLB dan SMP/SMPLB/SMPT baik negeri maupun swasta.

"Dalam dana hibah ini, memang ada untuk Pilkada DKI Jakarta. Tapi itu untuk keseluruhan pelaksanaan Pilkada Jakarta 2012 ini. Dialokasikan untuk KPUD dan Panwaslu," jelas Syukri.

Seperti diketahui sebelumnya, untuk pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta 2012 dana dialokasikan sebesar Rp 253 miliar. Alokasi dana sebesar itu digunakan untuk keperluan Pilkada baik keperluan logistik hingga keperluan sosialisasi KPU.


Penulis: Riana Afifah
Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo