Rencana Relokasi Kampung Ambon Masih Belum Ada Koordinasi
- Penulis :
- Dyama Khazim Setyadi
- Kamis, 24 Mei 2012 | 16:38 WIB
JAKARTA, Kompas.com - Wakapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Widodo, menyatakan bahwa pihaknya masih akan terus melakukan pembersihan terhadap peredaran narkoba di kawasan Kampung Ambon, Jakarta Barat. Ditemui setelah mengamankan jalannya aksi demonstrasi di PN Jakbar, Widodo mengatakan bahwa proses pembersihan Kampung Ambon akan tetap berjalan secara konsisten, walau tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat banyak hambatan.
"Misalnya gini, polsek mau razia diem-diem, polres mau razia juga diem-diem. Nggak ada koordinasi. Saling merahasiakan. Karena kita takut bocor," kata Widodo kepada wartawan, Kamis (24/5/2012).
Widodo juga menyampaikan bahwa pihak Polresta Jakarta Barat akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, serta Mabes Polri dan BNN untuk melakukan razia di kawasan rawan narkoba tersebut. "Intinya kita akan membersihkan. Sampai lokasi tersebut bersih," tutur Widodo.
Dalam kesempatan yang sama, Widodo juga menyampaikan bahwa wacana relokasi Kampung Ambon sampai saat ini masih belum ada sinergitas dengan pemerintah daerah. "Untuk rencana relokasi masih belum ada sinergisitas, dan juga belum ada koodinasi," jelasnya.
Kampung Ambon di Cengkareng, Jakarta Barat, saat ini telah diindikasikan sebagai surga bagi pemburu narkoba. Apa pun tersedia di sana, 24 jam: sabu, ekstasi, dan putaw. Banyak artis, pejabat maupun aparat yang kerap datang ke kampung itu. Pasar narkoba itu ada di Kompleks Permata, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat.