Jubir Foke-Nara: 1,4 Juta Pemilih Fiktif Kesalahan Administrasi - Kompas.com

Jubir Foke-Nara: 1,4 Juta Pemilih Fiktif Kesalahan Administrasi

Sabrina Asril
Kompas.com - 28/05/2012, 11:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta akhirnya menunda pengesahan Daftar Pemilih Tetap (DPT) lantaran adanya dugaan 1,4 juta pemilih fiktif yang masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS).

Seluruh kandidat memprotes adanya dugaan upaya penggelembungan suara tersebut. Beberapa kandidat bahkan menuding bahwa 1,4 juta pemilih fiktif itu bisa jadi merupakan "durian runtuh" bagi kandidat incumbent, Fauzi Bowo yang maju bersama Nachrowi Ramli.

Namun, hal ini dibantah Yuddy Chrisnandi, juru bicara tim pemenangan Foke-Nara, sapaan akrab keduanya. "Sebagai Cagub, Fauzi Bowo sampaikan penanganan komplain dari berbagai pihak kepada KPU. DPT ini juga harus bisa disusun dengan sebaik-baiknya dan tidak merugikan semua pihak," ungkap Yuddy, di Jakarta, Minggu (27/5/2012).

Ia menjelaskan keprihatinan soal carut marutnya DPT ini tidak hanya menjadi keprihatinan kandidat non-incumbent saja. Namun, kubu Foke-Nara juga mendesak agar DPT bisa berjalan sesuai dengan fakta angka kependudukan di lapangan. Yuddy menduga bahwa tudingan adanya 1,4 juta pemilih fiktif ini sebenarnya bukan merupakan upaya penggelembungan suara. Bisa jadi, adanya 1,4 juta pemilih fiktif lantaran adanya kesalahan administrasi atau pencatatan ganda di tingkat kelurahan, kecamatan, hingga Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Karena itu, Yuddy mengaku pihaknya juga mengawal proses verifikasi yang tengah dilakukan KPU ini. "Kami juga turun mengawasi tapi kami hanya sebatas berkoordinasi dengan KPU. Tidak sampai ke dinas atau kecamatan. Fauzi Bowo sebagai salah satu kandidat ingin agar DPT rapih," papar Yuddy.

Mantan politisi Partai Golkar itu menyadari bahwa sebagai kandidat incumbent, Foke pasti akan selalu disorot dan dituding seolah-olah melakukan kecurangan birokrasi. "Padahal sama sekali tidak terpikir, karakter Fauzi Bowo itu sangat lurus, sangat birokrasi," imbuhnya. Kalau pun memang terjadi penggelembungan suara, lanjut Yuddy, yang nantinya diuntungkan tidak serta merta Foke-Nara. "Penggelembungan belum tentu untungkan incumbent, kalau ada penggelembungan bisa jadi masuk ke kantung kandidat lain. Ini akan merugikan semua pihak, termasuk Fauzi Bowo," kata Yuddy.

Fauzi Bowo, usai bertemu Jusuf Kalla di kediaman Jusuf Kalla kemarin juga mengatakan dirinya menyerahkan sepenuhnya kisruh DPT kepada KPUD DKI Jakarta. " Sebagai calon tentu saya ingin yang terbaik juga. Inginnya yang legal, yang baik. Sebagai calon saya memantau juga," tandas Foke.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisSabrina Asril
    EditorEgidius Patnistik

    Terkini Lainnya

    Kunjungan Deddy Mizwar Tak Mengubah Sikap Cabut Dukungan Gerindra 

    Kunjungan Deddy Mizwar Tak Mengubah Sikap Cabut Dukungan Gerindra 

    Regional
    Sandiaga: Atlet dan Pelatih DKI Akan Terima Honor Sebelum November

    Sandiaga: Atlet dan Pelatih DKI Akan Terima Honor Sebelum November

    Megapolitan
    Terobos ke Stasiun Radio, Seorang Pria Tusuk Penyiar di Rusia

    Terobos ke Stasiun Radio, Seorang Pria Tusuk Penyiar di Rusia

    Internasional
    Menteri Susi Puji Tradisi Sasi dalam Merawat Alam Maluku

    Menteri Susi Puji Tradisi Sasi dalam Merawat Alam Maluku

    Regional
    Dramatis, Tim SAR Evakuasi Pria Depresi yang Panjat Pohon Selama 10 Jam

    Dramatis, Tim SAR Evakuasi Pria Depresi yang Panjat Pohon Selama 10 Jam

    Regional
    Bupati Purwakarta dan Ulama Peringati Hari Santri di Bawah Guyuran Hujan

    Bupati Purwakarta dan Ulama Peringati Hari Santri di Bawah Guyuran Hujan

    Regional
    Dituntut 8 Tahun Penjara, Miryam Kecewa terhadap KPK

    Dituntut 8 Tahun Penjara, Miryam Kecewa terhadap KPK

    Nasional
    Penyelundupan Ponsel di Rutan Cilodong, Mulai dari Dalam Bra hingga Pembalut

    Penyelundupan Ponsel di Rutan Cilodong, Mulai dari Dalam Bra hingga Pembalut

    Megapolitan
    Jokowi: Kenapa Tidak Ada Fakultas Ekonomi Digital? Jurusannya Toko 'Online'

    Jokowi: Kenapa Tidak Ada Fakultas Ekonomi Digital? Jurusannya Toko "Online"

    Nasional
    Tak Mau Bebani APBD, Sandiaga Ingin Pembangunan dan Perawatan Stadion BMW Pakai Dana Swasta

    Tak Mau Bebani APBD, Sandiaga Ingin Pembangunan dan Perawatan Stadion BMW Pakai Dana Swasta

    Megapolitan
    'Sampai Kapan Kami Harus Beribadah di Dekat Toilet?'

    "Sampai Kapan Kami Harus Beribadah di Dekat Toilet?"

    Nasional
    Sandi Mengaku Belum Bahas Janji Lepas Saham Bir Milik Pemprov DKI

    Sandi Mengaku Belum Bahas Janji Lepas Saham Bir Milik Pemprov DKI

    Megapolitan
    Kapolri Perintahkan Jajarannya Lebih Perhatian pada Masalah Perempuan dan Anak

    Kapolri Perintahkan Jajarannya Lebih Perhatian pada Masalah Perempuan dan Anak

    Nasional
    Usai Bunuh Anaknya dengan Diduduki, Seorang Ibu Serahkan Diri ke Polisi

    Usai Bunuh Anaknya dengan Diduduki, Seorang Ibu Serahkan Diri ke Polisi

    Regional
    Jokowi Keceplosan Sebut Iriana Hobi Belanja 'Online'

    Jokowi Keceplosan Sebut Iriana Hobi Belanja "Online"

    Nasional

    Close Ads X
    Close [X]
    Radio Live Streaming
    Sonora FM • Motion FM • Smart FM