Rabu, 22 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 22 Mei 2013 | 02:15 WIB
Gonjang-ganjing Gedung Baru DPRD DKI, Demokrat Kembali Disoroti
Penulis : Riana Afifah | Kamis, 31 Mei 2012 | 16:44 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Lagi, kader Partai Demokrat yang duduk di kursi legislatif menuai kontroversi. Ferrial Sofyan selaku Ketua DPRD DKI Jakarta disebut-sebut akan menempati satu lantai khusus di gedung baru DPRD DKI Jakarta yang tengah dibangun.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Boy Sadikin, mengaku dirinya dan anggota dewan yang lain mecoba berkomunikasi dengan pimpinan legislatif daerah ini. Namun sayangnya, upaya ini tidak pernah ditanggapi.

"Udah bosan. Sudah berapa kali kami coba komunikasi. Tapi tetap pada omongan dia, omongan kami nggak dianggap," kata Boy, ketika dihubungi wartawan, Kamis (31/5/2012).

Ia menjelaskan bahwa Rabu (30/5/2012) kemarin, Komisi D melakukan peninjauan ke gedung baru DPRD DKI Jakarta. Masing-masing fraksi, lanjutnya, mendapat tempat di lantai-lantai tertentu.

"Kami pantau dari lantai 8 ke bawah itu semua untuk anggota dewan dibagi per fraksi," ujar Boy. "Yang saya ingat lantai 8, lantai 6 itu PKS, lantai 5 itu PDIP dan lainnya. Waktu itu juga meninjau dari lantai bawah hingga ke lantai 10," imbuhnya.

Ketika sampai di lantai 10, ia mengaku terkejut melihat satu lantai tersebut menjadi satu ruangan khusus untuk Ketua DPRD DKI Jakarta. Padahal di gedung lama, ruangan pimpinan berada dalam satu lantai dan saling berdampingan.

"Kami pikir ruangan itu dibagi antara ketua dan wakil ketua dewan. Terus saya tanya ke kontraktornya, untuk wakil ketua di mana? Di lantai 9 katanya," jelasnya.

Menurutnya, saat itu ada kesepakatan antara anggota dewan bahwa ruangan Ketua Dewan akan berada bersama dengan para Wakil Ketua Dewan. Namun saat ditinjau ternyata ada perubahan yang sangat signifikan.

Ia pun menggambarkan kondisi lantai 10 saat dirinya melakukan tinjauan. Ruangan yang cukup besar tersebut sudah disekat-sekat dan terbagi menjadi ruang sekretariat, ruang meeting kecil, ruang tamu dan ruang sholat.

Sementara itu, untuk interior memang masih terlihat kosong. Kendati demikian, terdapat karpet mahal bikinan luar negeri yang berbeda dengan ruangan lain di bawah. Karpet warna biru di lantai 10 tersebut dikabarkan merupakan permintaan langsung dari Ketua Dewan.

"Warnanya biru dan impor kata kontraktornya. Padahal di ruangan lain di bawah, karpet seragam semua warnanya. Tapi di ruangan ketua berbeda, ngikutin seleranya dia," tandasnya.

Seperti diketahui, luas lahan gedung baru DPRD sebesar 5.984 meter persegi dengan luas bangunan sebesar 5.000 meter persegi. Di gedung tersebut, terdapat basement tiga lantai dengan kapasitas parkir sebanyak 186 kendaraan.

Pembangunan gedung baru DPRD DKI Jakarta dengan tinggi 11 lantai ini dianggarkan menghabiskan dana sebesar Rp 500 milyar dengan sistem multiyears sejak tahun 2009. Sementara dibangun gedung baru, gedung lama DPRD DKI pun direnovasi dengan anggaran sebesar Rp 80 milyar. Kemudian sebesar Rp 100 milyar digunakan untuk membangun jembatan penghubung gedung lama dan gedung baru DPRD DKI Jakarta.

Editor :
Aloysius Gonsaga Angi Ebo