KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menyambut baik akan dibuatnya sistem keselamatan publik melalui satu pintu seperti konsep 911 di Amerika. Menurutnya, hal ini akan memudahkan warga Jakarta saat membutuhkan bantuan dengan cepat.
"Ini merupakan follow-up dari seminar public safety. Kami punya persepsi yang sama tentang public safety. Jadi semua berangkat dari situ," kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, di Balaikota, Jakarta, Jumat (1/6/2012).
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan pertemuannya dengan ahli dari layanan darurat Kanada, Gary Payne, didapat kesepakatan untuk membuat masterplan keselamatan publik di Jakarta. Penyusunan master plan sistem ini direncanakan selama satu tahun.
"Nanti akan disusun dalam bentuk master plan dengan peralatan-peralatan yang dibutuhkan," jelas Foke. "Jadi nanti terlihat kewenangan mana yg overlapping sehingga perlu disinkronkan," imbuhnya.
Ia berharap dengan adanya sistem keselamatan publik satu pintu ini akan mampu mengurangi korban, baik materil maupun moril, dari berbagai peristiwa yang tidak diinginkan. Contohnya seperti kebakaran, kecelakaan, banjir dan lain sebagainya.
Untuk itu, ia akan memacu agar instansi terkait seperti Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta, Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Satuan Polisi Pamong Praja dapat bersinergi. Kemudian ia juga berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya mengingat polisi juga akan dilibatkan dalam sistem keselamatan publik satu pintu ini.
"Jadi nanti polisi, damkar, ambulans semuanya terintegrasi dan siap dengan cepat membantu warga Jakarta," tandasnya.

