KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.
JAKARTA, KOMPAS.com — Hasil sebuah survei menunjukkan, 92 persen warga Jakarta tidak mengetahui jumlah APBD DKI Jakarta. Terkait hal ini, calon gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menjanjikan akan bersikap transparan dalam penyusunan ataupun alokasi anggaran.
"Ini, kan, salah. Semestinya warga itu tahu dan mengerti APBD kotanya. Kalau saya nanti memimpin Jakarta, saya siap membeberkan data APBD DKI kepada warga Jakarta," ujar Jokowi saat bertemu warga Condet, Jakarta Timur, Minggu (3/6/2012).
Selain membeberkan data APBD, Jokowi pun menjanjikan akan menyiapkan sistem yang memungkinkan warga Jakarta dapat mengakses data APBD Jakarta secara lebih mudah. Wali Kota Solo yang baru saja mendapat penghargaan Wahana Tata Nugraha ini enggan menanggapi pertanyaan seputar penyebab ketidaktahuan warga tentang besaran anggaran yang disediakan untuk daerahnya. Ia hanya memperkirakan sulitnya mengakses data sebagai alasan. "Mungkin ditutupi," ujar Jokowi.
Ia menilai, warga seharusnya mengetahui anggaran daerahnya. Tujuannya agar warga bisa terlibat dalam pengawasan jalannya pembuatan dan penggunaan anggaran. Ia menilai, meski fungsi pengawasan telah menjadi wewenang dari inspektorat, keterlibatan warga dalam pengawasan akan berpengaruh besar terhadap penggunaan dana oleh pihak aparat pemerintahan. Salah satu cara yang dipertimbangkan Jokowi untuk memudahkan data APBD diakses publik adalah dengan menyebarkan poster data APBD ke pos-pos RT-RW.
