Selasa, 21 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 21 Mei 2013 | 14:27 WIB
Hujan Dekatkan Ahok dengan Warga
Penulis : Imanuel More | Selasa, 5 Juni 2012 | 01:47 WIB
|
Share:
Hujan Dekatkan Ahok dengan Warga KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Bakal calon wakil gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengunjungi pameran Betawi Punye Gaye di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (19/4/2012). Pameran yang akan berlangsung dari 20-29 April 2012 ini memamerkan berbagai benda yang menjadi ciri khas Betawi, seperti replika rumah Betawi, ondel-ondel, perhiasan hingga perabotan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertemuan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan warga Mampang, Jakarta Selatan, Senin (4/6/2012) malam diwarnai hujan.

Namun, Ahok justru menilai hujan telah membuatnya lebih bisa mengakrabi warga. "Hujan bawa berkat supaya kita jadi dekat," kata Ahok saat bertemu warga Gang Hyundai, Jalan Raya Warung Buncit, Mampang, Jakarta Selatan.

Pernyataan mantan Bupati Belitung Timur itu beralasan. Sebelumnya, lokasi pertemuan di sebuah lapangan futsal itu hanya dinaungi atap tak lebih dari seperempat ukuran lapangan.

Kursi-kursi warga ditata rapi, berjarak beberapa meter dari kursi calon wakil gubernur dan beberapa tokoh masyarakat.

Namun, saat Ahok baru menyampaikan beberapa kalimat dalam sambutannya, hujan turun cukup deras. Pasangan Joko Widodo dalam Pilgub DKI Jakarta itu langsung menggeser tempat duduknya ke bawah naungan atap.

Tindakannya langsung diikuti para hadirin. Bukannya bubar, mereka malah beramai-ramai merapatkan kursi mengitari Ahok dalam jarak yang rapat.

Melihat situasi tersebut, alumni Universitas Trisakti itu langsung tersenyum seraya mensyukuri datangnya hujan yang telah mendekatkan dirinya dengan warga.

"Memilih pemimpin sebenarnya mudah kalau kita mengetahui standarnya. Ada standar, yaitu jujur dan bersih," kata Ahok melanjutkan sambutannya.

Jujur dan bersihnya seorang pemimpin rakyat, menurut Ahok, harus bisa diukur masyarakat, misalnya dari nilai kekayaan yang dimilikinya.

Ia mencontohkan, saat memimpin Belitung Timur, ia tidak mampu membeli mobil mewah lantaran tidak memiliki uang yang cukup.

"Kekayaan saya malah berkurang saat menjadi bupati," lanjut calon Wagub DKI usungan PDI-P dan Gerindra itu.

Ahok juga mengajak warga untuk lebih fokus pada pengembangan kewirausahaan. Ia menjelaskan banyak bidang usaha yang masih bisa dibuka di Jakarta asal warga mampu melihat secara jeli peluang yang ada di Ibu Kota.

Ahok hadir di tengah warga atas undangan Jaringan Swadaya Warga Jakarta Raya (Jawara). Tidak hanya warga Buncit, turut hadir di lokasi tersebut perwakilan dari Lenteng Agung, Pasar Minggu, Pejaten, dan beberapa wilayah lain di Jakarta Selatan.

Editor :
Tri Wahono