KOMPAS/AMBROSIUS HARTO MANUMOYOSO
Ambulans berangkat dari lokasi pembunuhan di rumah bernomor 3 Blok E, Jalan Albezia Raya, Kompleks Bangun Cipta, RT 1 RW 12, Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (4/6/2012). Di situlah ditemukan jenazah Satsuko Iwata (66) yang tewas dalam kondisi mengenaskan akibat dibunuh.
JAKARTA, KOMPAS.com - Identifikasi terhadap korban dugaan pembunuhan, Satsuko Iwata (66), yang tewas di kamar mandi rumahnya di Jalan Albezia Raya, Kompleks Bangun Cipta, RT 01, RW 12, Cipinang Kebembem, Jakarta Timur dibantu tim expert Jepang. Hal ini diutarakan kapolsektro Pulogadung Komisaris Polisi Rochmat Hari Purnomo pada Senin (4/6/2012) menjelang tengah malam.
"Hasil identifikasi pasti nanti kami pelajari, kami sudah ambil semua hasil dari sidik jari, dan dibantu oleh 'expert' dari Jepang yang ada di bekasi, kemudian untuk keterangan dari saksi-saksi juga sudah kami kumpulkan," ujar Hari.
Saat ditanya wartawan, apakah terdapat luka mematikan pada korban, Hari belum dapat memastikan. Namun menurut Hari, luka pada korban, dari kesimpulan sementara, bukan luka mematikan. "Luka ada di bagian kepala korban, tapi bukan luka mematikan, (untuk luka mematikan) belum tahu, nanti kami akan adakan otopsi di RSCM, hasilnya kami akan tunggu dari dokter," kata Heri.
Heri mengatakan, barang milik Satsuko Iwata yang hilang adalah sebuah handphone. "Barang-barang sementara kami cek masih lengkap, kemudian perhiasan juga masih lengkap. Hanya handphone korban masih belum bisa kita temukan, kemungkinan besok (5/6/2012) saat kita olah TKP," kata Hari.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang wanita keturunan Jepang, Satsuko Iwata, yang sudah menjadi WNI ditemukan tewas di kamar mandi rumahnya di lantai dua. Almarhumah merupakan seorang janda yang memiliki satu putra yang berada di Solo. Korban diperkirakan sudah meninggal lebih dari 24 jam. Kasus ini sendiri kemudian ditangani tim gabungan kepolisian dari Polsek, Polres, dan Polda.
