Selasa, 5 Juni 2012

News

Soal Kumis, Mediasi Tim Foke dan Hendardji Gagal

  • Penulis :
  • Riana Afifah
  • Selasa, 5 Juni 2012 | 16:11 WIB
Slogan kampanye Anti Berkumis dinilai menjatuhkan pasangan yang diusung oleh Partai Demokrat, yaitu Fauzi Bowo, mengingat ciri khas kumis tersebut sudah melekat dengan sosoknya. | KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES

JAKARTA, KOMPAS.com — Mediasi kedua yang dilakukan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta terhadap tim sukses Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria dan tim sukses Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli terkait slogan "Jakarta Jangan Lagi Berkumis" kembali menemui jalan buntu.

Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah mengatakan, mediasi yang dilakukan Senin siang mengalami deadlock. Untuk itu, Panwaslu berhak mengeluarkan keputusan final yang mengikat setelah dilakukan kajian dari saksi ahli.

"Sekarang masih belum final. Nanti kami akan undang dua saksi ahli. Yang satu untuk ahli bahasa dan satu lagi untuk ahli periklanan," kata Ramdansyah di Kantor Panwaslu DKI Jakarta, Gedung Sasana Prasada Karya, Jakarta, Selasa (5/6/2012).

Untuk sementara, Panwaslu menunda keputusan atas kasus ini hingga pekan depan. Penyelesaian keseluruhan kasus ini juga diserahkan kepada Panwaslu lantaran kasus slogan ini masuk dalam sengketa pilkada yang sanksinya bukan merupakan pidana pilkada.

"Bang kumis, kan, memang ikon Foke sejak 2007. Tapi tadi timses Hendardji menyatakan tagline-nya bukan bang kumis, melainkan berkumis. Jadi, ini semua masih belum final. Tunggu sepekan lagi. Kami akan panggil saksi ahli bahasa dan periklanan," ujar Ramdansyah.

Ia menambahkan, nantinya terbuka ruang debat bagi calon gubernur dengan nomor urut 1 dan nomor urut 2 ini mengenai slogan tersebut. Jadi, apakah slogan ini menjurus pada seseorang atau tidak, kedua kubu dapat memperdebatkannya.

Editor : Laksono Hari W
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Pilkada DKI 2012 - Berita
[x] close