PT KAI: Kami Ingin Kereta Ekonomi Diganti - Kompas.com

PT KAI: Kami Ingin Kereta Ekonomi Diganti

Robertus Bellarminus
Kompas.com - 07/06/2012, 13:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Akibat rusaknya pantograf kereta rel listrik (KRL) ekonomi di Tanjung Barat, Kamis (7/6/2012) pagi, sejumlah perjalanan KRL dari arah Bogor menuju Jakarta mengalami keterlambatan.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan Humas PT KAI DAOP I, Mateta Rizalulhaq, saat dihubungi Kompas.com via telepon, mengatakan memang sebaiknya kereta ekonomi diganti.

"Kami sebagai operator meminta harus diganti (KRL ekonomi). Itu kan sudah uzur, dari tahun 1974. Kalau mengacu pada undang-undang (perkeretaapian), itu harus diganti. Lihat saja selama ini, gangguannya kan sangat tinggi," ujar Mateta. Menurut Mateta, penggantian ini perlu karena frekuensinya sering terjadi sehingga masyarakat sering dirugikan.

Sebelumnya diberitakan, kerusakan pantograf KRL ekonomi di Tanjung Barat menyebabkan jadwal KRL dari Bogor tujuan Jakarta terlambat. KRL yang seharusnya berjalan sekitar pukul 06.00 baru berjalan sekitar pukul 08.00 akibat terjadi antrean kereta lain di belakangnya. Banyak penumpang yang telantar dan terpaksa menunggu hingga perbaikan selesai. Beberapa penumpang pun menyesalkan peristiwa ini.

Di Stasiun KRL Depok Lama, berdasakan pantauan Kompas.com, penumpang membuka paksa pintu KRL AC dan memilih berjalan kaki untuk melanjutkan perjalanan dengan angkutan lain.

PenulisRobertus Bellarminus
EditorA. Wisnubrata

Terkini Lainnya

Kunjungan Deddy Mizwar Tak Mengubah Sikap Cabut Dukungan Gerindra 

Kunjungan Deddy Mizwar Tak Mengubah Sikap Cabut Dukungan Gerindra 

Regional
Sandiaga: Atlet dan Pelatih DKI Akan Terima Honor Sebelum November

Sandiaga: Atlet dan Pelatih DKI Akan Terima Honor Sebelum November

Megapolitan
Terobos ke Stasiun Radio, Seorang Pria Tusuk Penyiar di Rusia

Terobos ke Stasiun Radio, Seorang Pria Tusuk Penyiar di Rusia

Internasional
Menteri Susi Puji Tradisi Sasi dalam Merawat Alam Maluku

Menteri Susi Puji Tradisi Sasi dalam Merawat Alam Maluku

Regional
Dramatis, Tim SAR Evakuasi Pria Depresi yang Panjat Pohon Selama 10 Jam

Dramatis, Tim SAR Evakuasi Pria Depresi yang Panjat Pohon Selama 10 Jam

Regional
Bupati Purwakarta dan Ulama Peringati Hari Santri di Bawah Guyuran Hujan

Bupati Purwakarta dan Ulama Peringati Hari Santri di Bawah Guyuran Hujan

Regional
Dituntut 8 Tahun Penjara, Miryam Kecewa terhadap KPK

Dituntut 8 Tahun Penjara, Miryam Kecewa terhadap KPK

Nasional
Penyelundupan Ponsel di Rutan Cilodong, Mulai dari Dalam Bra hingga Pembalut

Penyelundupan Ponsel di Rutan Cilodong, Mulai dari Dalam Bra hingga Pembalut

Megapolitan
Jokowi: Kenapa Tidak Ada Fakultas Ekonomi Digital? Jurusannya Toko 'Online'

Jokowi: Kenapa Tidak Ada Fakultas Ekonomi Digital? Jurusannya Toko "Online"

Nasional
Tak Mau Bebani APBD, Sandiaga Ingin Pembangunan dan Perawatan Stadion BMW Pakai Dana Swasta

Tak Mau Bebani APBD, Sandiaga Ingin Pembangunan dan Perawatan Stadion BMW Pakai Dana Swasta

Megapolitan
'Sampai Kapan Kami Harus Beribadah di Dekat Toilet?'

"Sampai Kapan Kami Harus Beribadah di Dekat Toilet?"

Nasional
Sandi Mengaku Belum Bahas Janji Lepas Saham Bir Milik Pemprov DKI

Sandi Mengaku Belum Bahas Janji Lepas Saham Bir Milik Pemprov DKI

Megapolitan
Kapolri Perintahkan Jajarannya Lebih Perhatian pada Masalah Perempuan dan Anak

Kapolri Perintahkan Jajarannya Lebih Perhatian pada Masalah Perempuan dan Anak

Nasional
Usai Bunuh Anaknya dengan Diduduki, Seorang Ibu Serahkan Diri ke Polisi

Usai Bunuh Anaknya dengan Diduduki, Seorang Ibu Serahkan Diri ke Polisi

Regional
Jokowi Keceplosan Sebut Iriana Hobi Belanja 'Online'

Jokowi Keceplosan Sebut Iriana Hobi Belanja "Online"

Nasional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM