Selasa, 23 Desember 2014

News / Megapolitan

Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kasus Air Keras

Jumat, 8 Juni 2012 | 00:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus enam orang yang terkena air keras, di mana satu orang meninggal dunia, Rabu (6/6/2012) kemarin, belum mengalami perkembangan berarti. Pihak kepolisian belum menetapkan satupun tersangka dari peristiwa tersebut.

"Belum ada. Mangkanya kita lagi dalami dulu. Nanti kita lihat akan dikenakan apa, pidananya apa," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal, Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dian Perri saat dihubungi Kompas.com, Kamis (7/6/2012).

Sementara berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, keenam orang yang terkena air keras tersebut merupakan anggota Pokdarkamtibnas (Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Nasional) di Jatinegara.

Mereka adalah jaringan masyarakat yang menjadi mitra kepolisian dalam rangka menciptakan keamanan lingkungan.

Keenam korban tersebut diketahui bernama Mat Sani (48), Sugeng (37), Djoko (41), Agus Salim (40), Mamat Syahroni (57), sementara korban meninggal bernama Sudirman (46).

Mereka terkena air keras di rumah Mamat Syahroni, RT 05, RW 07, Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur. Menurut Dian, keenam orang tersebut tengah belajar ilmu kebal di rumah Mamat Syahroni.

Mamat, diketahui sebagai guru bela diri. Di antara warga, ia juga dikenal sebagai orang yang memiliki kemampuan penyembuhan secara alternatif.

Meski demikian, belum diketahui secara lengkap mengapa keenamnya terkena air keras.

"Kami duga untuk sementara, mereka itu katanya 'ngelmu'. Kata kanit juga begitu. Tapi masih didalami lagi," ujar Dian saat dihubungi kemarin.

Sementara, menurut salah seorang sumber dari Pokdarkamtibnas Jatinegara, keenam orang tersebut tengah menjalani aktifitas rutin bela diri sebagai penjaga keamanan lingkungan dengan cara mencuci tangan menggunakan air keras.

Sebelumnya diberitakan, enam orang orang terkena air keras. Empat orang dirawat di ruangan rawat luka bakar, Rumah Sakit Budi Asih, Jakarta Timur, satu orang dirujuk ke Rumah Sakit Carolus dan satu orang telah meninggal dunia.

Keempat orang itu kini dirawat terpisah di RS Budi Asih. Sudirman, M. Sani dan Sugeng dirawat di kamar 705 lantai 7. Mamat Syahroni, dirawat di lantai 2 rumah sakit. Korban atas nama Agus Salim diketahui telah dirujuk ke Rumah Sakit Carolus, Salemba, Jakarta Pusat atas permintaan keluarga. Satu orang atas nama Sudirman telah menghembuskan nafas yang terakhirnya pukul 12.15 WIB.


Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Tri Wahono