Senin, 11 Juni 2012

News

Inilah Kronologi Pengeroyokan Evan

  • Penulis :
  • Fabian Januarius Kuwado
  • Senin, 11 Juni 2012 | 17:55 WIB
Ilustrasi | SHUTTERSTCOK.COM

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak delapan remaja menjadi korban pengeroyokan di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Minggu (10/6/2012) dini hari kemarin. Satu orang tewas akibat peristiwa tersebut. Salah seorang korban selamat, Rizki, menceritakan kronologi peristiwa itu.

Minggu, pukul 00.35 WIB, delapan orang, Aldo, Rizki, April, Koko, Nazir, Ade, Evan dan Yosa, tengah nongkrong di bawah tangga pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur. Kedelapan remaja tersebut diketahui merupakan anggota komunitas penggemar The Manyun, band independen yang beraliran rock alternatif.

"Situasi pasar sepi, kita lagi nongkrong-nongkrong aja main gitar. Tiba-tiba datang puluhan orang, ada yang bawa bambu, batu, botol samurai, gir, yang bagian kanan ngga jelas, gelap soalnya," ujarnya kepawa wartawan, Senin (11/6/2012).

Kedatangan puluhan orang tersebut ingin mencari orang yang bernama Rudi, warga Kayu Manis. Karena merasa tak kenal dengan orang yang dicari, Aldo pun mengatakan kepada sekelompok orang itu untuk mencari sendiri ke wilayah Kayu Manis.

Setelah tak menemukan orang yang dicari, sekelompok orang tersebut pergi. Tetapi salah seorang dari sekelompok penyerang, melempar botol minuman berenergi ke arah Aldo dan kawan-kawan. Saat itu lah adu mulut terjadi sampai pelaku memukul Koko dengan menggunakan gir sepeda.

"Dia langsung jatuh ke depan," ujarnya. Aldo dan Koko langsung berusaha kabur sementara lima lainnya masih di antara kerumunan tersebut.

Nazir sempat mencoba menenangkan situasi yang sudah tak terkendali. Aldo mengatakan, Nazir sempat menegur salah seorang bernama Adam, yang dikenalnya di antara pelaku. "Dam maksud lu apa kaya gini. Udah lu nggak usah ikut campur deh. Tapi dia dipukul pakai batu dari belakang, jatuh dan nggak sadar. Dia yang darahnya paling banyak," lanjut Aldo mencontohkan percakapan di antara Nazir dan Adam.

April, pacar Nazir pun langsung menghampiri kekasihnya yang tak sadarkan diri. Salah seorang dari pelaku sempat ingin memukul April dari atas, namun aksinya dihentikan oleh Aldo. "Waktu anak-anak dipukulin, nah si Evan sama Yosa kabur ke atas, terus belok kiri, mereka ngejar dari belakang," lanjutnya.

Saat itu lah, Aldo sudah tak mengetahui bagaimana nasib Evan dan Yosa di lantai dua pasar. Ia malah menduga, kedua temannya tersebut dilempar oleh pelaku dari lantai dua ke bawah yang berjarak sekitar lima meter.

"Dari mereka sempat ada yang teriak, woy udah kasian, cabut aja cabut. Cuma sekitar setengah jam, saya ke rumah Evan kasih tau mamanya," lanjutnya.

Pukul 01.30 WIB, keluarga Evan langsung datang ke lokasi bersamaan dengan petugas kepolisian Sektor Metro Matraman. Oleh keluarga dan petugas, Evan dan Yosa pun dibawa ke UGD RSCM untuk mendapat perawatan.

Yosa menderita luka di kaki sampai pundak bagian kanan, sementara Evan menderita luka berat di kepala hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Kasus tersebut kini diselidiki oleh Polsek Matraman. Setidaknya sudah ada lima saksi yang diperiksa.

Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo
[x] close