KOMPAS/AGUS SUSANTO
Ilustrasi : Seorang petugas penjaga menutup pintu gerbang kelas 1 LP Cipinang, Jakarta Timur.
JAKARTA, KOMPAS.com — Aksi brutal narapidana terjadi di ruang besuk tahanan Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (14/6/2012). Seorang sipir dikeroyok hingga mengalami luka-luka. Peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsektro Jatinegara.
Berdasarkan data yang dihimpun dari lapangan, peristiwa tersebut terjadi pukul 16.00 WIB. Waktu itu, puluhan narapidana kelas 1 Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang tengah memasuki jam besuk tahanan. Salah satu narapidana yang dibesuk bernama Laode. Dia adalah narapidana kasus terorisme yang divonis hukuman sembilan tahun penjara.
Laode tidak terima atas perlakuan salah seorang sipir bernama Sungkono Bayu Aji yang memeriksa barang dari kurir terlalu ketat. Terjadilah adu mulut antara keduanya. Upaya damai sempat dilakukan hingga keadaan sempat mereda. Terpidana lainnya, Alung, langsung memanggil narapidana lainnya hingga pengeroyokan terjadi.
Andrico Nainggolan, salah satu petugas keamanan LP Cipinang, membenarkan kejadian tersebut. Saat itu, sipir Bayu memeriksa satu kardus berisi obat-obatan herbal, satu kantong plastik berisi dua amplop coklat milik Laode yang diberikan oleh seseorang dari perusahaan jasa pengantar barang.
"Iya, sebelumnya mereka sempat mediasi dulu, tiba-tiba si Bayu dikeroyok. Jumlah pengeroyok banyak banget, kan ruangannya juga gede. Jadi, pas kejadian itu suasana crowded banget," ujarnya kepada Kompas.com saat menemani korban melapor di Polsektro Jatinegara, Kamis (14/6/2012).
Menurut Andrico, di dalam ruang besuk tahanan itu, ada sekitar 20 petugas keamanan yang berjaga. Namun, aksi pengeroyokan tersebut tidak mampu dibendung oleh petugas. "Ya, petugas banyak, sibuk semua, ada yang evakuasi pembesuk, ada yang lapor, ada yang melerai," ujarnya.
Bayu pun mengalami luka memar di kepala bagian belakang dan bagian kening. Keseimbangannya agak terganggu karena pelaku memukul persis di kepala belakang. Peristiwa tersebut pun juga sudah dilaporkan ke tim Detasemen Khusus 88 dan Polsektro Jatinegara.
