JAKARTA, KOMPAS.com - Aktivitas meresahkan derek liar yang beroperasi di tol dalam kota, digagalkan petugas patroli Penegakan Hukum Polda Metro Jaya. Namun sayang, pelaku yang berjumlah empat orang berhasil melarikan diri, setelah sebelumnya hampir menabrak petugas.
Parman (20), calon korban, mengatakan, dia dan sopirnya bernama Wardi (30), tengah mengemudikan mobil los bak Suzuki Carry dengan nomor polisi B 9939 UAD. Mobil tersebut memuat ikan dari Muara Baru, Jakarta Utara. Ikan tersebut rencananya akan dikirim ke tempat pengolahan di Depok.
"Terus ada derek nyamperin, dia klakson. Katanya ada yang jatuh di belakang. Dibilang begitu, ya kami minggir," ujarnya kepada Kompas.com saat ditemui di Polsektro Jatinegara, Kamis (14/6/2012).
Setelah menepikan kendaraannya ke bahu jalan, sang sopir pun turun dan melihat barang yang berada di bak. Semula, dia kesal karena ternyata, barang-barangnya dalam keadaan baik dan tidak kurang suatu apapun.
"Kami nggak percaya, ya sudah kami jalan lagi. Nah, anehnya pas mau dinyalain, kok nggak bisa nyala staternya. Akhirnya dia maksa biar diderek sama dia," kata Parman.
Dengan sigap, ketiga pelaku langsung mengaitkan dereknya ke mobil Parman. Bahkan salah seorang pelaku langsung mengambil alih posisi kemudi. Melihat itu, Parman dan Wardi tak bisa menolak karena kendarannya juga tak bisa dinyalakan.
Setelah diderek selama lima menit, dua petugas Penegakan Hukum Polda Metro Jaya, Briptu Alfarisdo dan Briptu Dasmen yang tengah melakukan patroli, menaruh curiga. Mereka pun memberhentikan laju derek liar tersebut ke bahu jalan.
"Jatuhnya derek liar lah itu, masuk tol dalam kota nggak boleh, kecuali Jasa Marga," ujar Briptu Afarisdo saat ditemui di Polsektro Jatinegara.
Briptu Dasmen mengatakan, semula petugasnya berhasil memberhentikan laju derek liar bernomor polisi B 9513 YS tersebut. Tiga orang berperawakan tinggi besar dengan logat daerah timur Indonesia tersebut keluar untuk menemui petugas.
"Dia turun terus ngomong cepat gitu, awas pak awas pak, ia ini sudah dilepaskan, gitu katanya," ujarnya.
Sementara ketiga pelaku berkomunikasi dengan petugas, sang sopir diam-diam memundurkan kendaraannya dan langsung melajukan kendaraannya, melarikan diri ke arah keluar tol Taman Mini.
"Kami saja hampir ditabrak, dia sudah maju-majuin mobilnya," kata Dasmen.
Kini, Parman tengah melakukan koordinasi dengan pemilik kendaraan, apakah selanjutnya akan diteruskan ke polisi atau membiarkan peristiwa tersebut.

