Rabu, 22 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 22 Mei 2013 | 04:40 WIB
Pistol Perampok di Jatinegara Tidak Bisa Jadi Petunjuk
Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Kamis, 14 Juni 2012 | 19:43 WIB
|
Share:
Pistol Perampok di Jatinegara Tidak Bisa Jadi Petunjuk SHUTTERSTOCK

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus perampokan yang dilakukan oleh dua orang dengan senjata api di wilayah Jatinegara, Jakarta Timur, kemarin, Rabu (13/6/2012), belum menemui titik terang. Meski telah memeriksa saksi-saksi terkait, polisi masih belum bisa mengidentifikasi pelaku. "Belum ketahuan kelompok mana dari mana. Kami masih mempelajari," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Timur, AKBP Dian Perri saat dihubungi wartawan, Kamis (14/6/2012).

Dian melanjutkan, pihaknya tengah menunggu kesehatan korban, Asri Muhammad Noer (68), dalam kondisi membaik. Setelah kelingkingnya nyaris putus akibat ditembak pelaku, korban menjalani operasi di Rumah Sakit Siaga, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. "Habis dioperasi, keadaan tidak memungkinan untuk dimintai keterangan, jadi kita hanya mengumpulkan bukti-bukti dari TKP," lanjutnya.

Ketika ditanya senjata api rakitan jenis FN berwarna silver yang digunakan pelaku dalam melancarkan aksinya, ia mengatakan, petunjuk tersebut tidak bisa mengarahkan petugas untuk identifikasi pelaku. "Kalau pistol sekarang banyak yang bisa membuat senpi rakitan, jadi semua orang gampang," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, perampokan dengan senjata api terjadi di Jl. Jatinegara Timur IV Rt 04 Rw 07, Jatinegara, Jakarta Timur, sekitar pukul 10.30 WIB, Rabu (13/6/2012). Uang sebesar Rp 100 juta yang dibawa Asri Muhammad Noer dirampas penjahat. Menurut saksi yang ada di lokasi, motor Yamaha Jupiter MX yang ditumpangi dua pelaku, menabrak korban yang tengah berjalan kaki. Pelaku pun merampas plastik berisi uang yang akan digunakan Asri untuk renovasi rumahnya yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Sempat terjadi tarik-menarik antara pelaku dan korban. Pelaku mengambil senjata api dan menembak tiga kali ke arah korban. Satu tembakan mengenai jari kelingking tangan kanan Asri, satu tembakan meleset dan satu tembakan lagi mengenai Tawin (70), seorang pedagang kopi yang berjarak sekitar lima meter di belakang korban. Setelah mendapatkan uang, pelaku pun langsung kabur ke arah Rumah Sakit Premiere, Jatinegara. Asri dibawa ke RS Siaga, Pasar Minggu, sementara Tawin dibawa ke Klinik 24 jam di Otista.

Editor :
I Made Asdhiana