JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta merahasiakan nama panelis yang akan hadir dalam debat publik calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada 24 Juni mendatang. Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Kampanye KPU Provinsi DKI Jakarta, Suhartono, mengatakan bahwa nama panelis tidak akan diberitahukan pada para tim sukses calon Gubernur dan Wakil Gubernur dengan alasan untuk menjaga netralitas.
"Nanti kalau kami buka sekarang, dikhawatirkan masing-masing calon jadi punya asumsi. Jadi serahkan saja pada KPU Provinsi," kata Suhartono, saat rapat koordinasi pelaksanaan kampanye, di Kantor KPU Provinsi DKI Jakarta, Jalan Budi Kemulyaan, Jakarta, Jumat (15/6/2012).
Ia menegaskan bahwa pihaknya sudah mempertimbangkan dengan baik terkait panelis yang akan tampil pada debat publik mendatang. Menurutnya, pemberitahuan nama panelis ini akan mempersempit pemilihan panelis.
"Nanti kalau kami berikan nama-nama panelisnya, calon ini tidak setuju dengan si A. Kemudian calon lain tidak setuju dengan si B. Makin lama makin sempit, pakarnya habis," ujar Suhartono. "Kami sudah tahu mana yang sesuai dan kami tetap akan memegang asas netralitas itu," imbuhnya.
Kendati demikian, enam tim sukses pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang hadir dalam rapat menolak keputusan tersebut. Mereka meminta KPU Provinsi DKI Jakarta menyerahkan daftar panelis untuk kemudian dikaji dan disepakati bersama.
Menanggapi hal ini, Suhartono mengambil jalan tengah untuk membicarakan kembali terkait masalah panelis ini. "Kalau begitu, nanti akan dibicarakan lagi. Selama netral, saya rasa tidak ada masalah. Nanti akan dijadwalkan kembali," tandasnya.
