Senin, 20 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 20 Mei 2013 | 08:35 WIB
Jakarta 1
Panelis Debat Cagub DKI Misterius
Sabtu, 16 Juni 2012 | 12:19 WIB
|
Share:
Panelis Debat Cagub DKI Misterius KOMPAS/CLARA WRESTI Ilustrasi : Empat kadidat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang hadir dalam debat publik tentang kesehatan di FKUI beberapa hari yang lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com — Debat kandidat calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta pada 24 Juni mendatang dipastikan akan berlangsung seru. Sebab, selain disiarkan langsung oleh stasiun televisi swasta, panelis debat tersebut pun masih misterius karena sengaja dirahasiakan namanya. Hal ini untuk menjaga independensi panelis sehingga bebas dari pengaruh kandidat mana pun.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Kampanye KPU Provinsi DKI Jakarta Suhartono mengatakan, nama panelis tidak akan diberitahukan kepada tim pasangan calon. Alasannya, demi menjaga netralitas. Sebab, jika panelis diberitahukan, dikhawatirkan akan memengaruhi jalannya debat. Bahkan, pasangan calon juga diharamkan untuk menyodorkan panelisnya sendiri karena semua panelis dipilih oleh KPU dan berasal dari kalangan independen atau netral.

"Sengaja memang kami rahasiakan namanya. Kalau dibuka sekarang, dikhawatirkan masing-masing calon jadi punya asumsi. Yang pasti, panelis ini orang-orang netral dan menguasai pokok masalah," ujar Suhartono saat memimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kampanye dengan tim sukses calon gubernur, di kantor KPU Provinsi DKI Jakarta, Jalan Budi Kemuliaan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (15/6/2012).

Upaya merahasiakan nama-nama panelis juga untuk menutup kemungkinan jika ada calon yang tidak setuju dengan nama panelis tertentu, hingga akhirnya jumlah panelis menjadi berkurang. Sedangkan materi yang jadi perhatian debat publik secara garis besarnya yakni masalah tata kota, tata ruang, transportasi, banjir, dan kemacetan.

Selain itu, akan disinggung juga masalah ekonomi meliputi daya beli masyarakat dan pengangguran, kesejahteraan masyarakat, tata kelola pemerintahan, politik, keamanan, hingga penegakan hukum.

"Lamanya debat dua jam, dipotong dengan iklan. Segmen iklan akan dimasukkan setiap 30 menit acara. Seluruh kegiatan debat publik ini ditangani oleh sebuah agen yang memenangkan tender atau lelang di KPU Provinsi DKI Jakarta," kata Suhartono.

Editor :
Hertanto Soebijoto