KOMPAS IMAGES/MUNDRI WINANTO
Penyandang tuna daksa memperlihatkan keahliannya bermain holahop setelah mendapatkan kaki palsu gratis dari Yayasan Peduli Tuna Daksa di Sadhu Vaswani Center, Sunter, Jakarta, Sabtu (16/6/2012).
JAKARTA, KOMPAS.com - Terlahir dengan bagian tubuh yang tidak sempurna, atau kehilangan bagian tubuh karena kecelakaan bukan alasan bagi seseorang untuk padam gairah hidupnya. Dengan anggota tubuh buatan, perjalanan hidup tetap bisa ditempuh dengan semangat.
Semangat itu tertangkap dalam wajah-wajah gembira penerima kaki dan tangan palsu dari Yayasan Peduli Tuna Daksa, Sabtu (16/6/2012). "Kehilangan anggota tubuh bukan pilihan mereka, tetapi membantu mereka adalah pilihan kita," ujar Ketua Yayasan Peduli Tuna Daksa, Dury Pursani dalam penyerahan kaki dan tangan palsu gratis di Sadhu Vaswani Center, Sunter, Jakarta.
Dengan menyerahkan fotokopi kartu tanda penduduk, kartu keluarga, dan surat keterangan tidak mampu, 110 penyandang tuna daksa wilayah Banten dan Bandung mendapatkan kaki dan tangan palsu secara gratis. Ada 15 tenaga ahli yang siap membantu pemasangan kaki palsu kepada para penyandang tuna daksa itu.
"Enam bulan lalu saya kehilangan kaki saya karena kecelakaan di jalan tol, tetapi saya ikhlas, mungkin ini takdir saya. Dengan bantuan kaki palsu gratis ini saya berharap bisa mencari nafkah lagi untuk menghidupi keluarga," ungkap Madin (45) salah satu penerima kaki palsu gratis.
Yayasan Peduli Tuna Daksa (Limbs For Limbless) adalah yayasan nirlaba dibawah naungan Yayasan Sadhu Vaswani Centre Jakarta yang bergerak di bidang kemanusiaan, khususnya membantu para penyandang tuna daksa. Salah satu kegiatannya adalah memberikan kaki palsu gratis kepada mereka yang tidak mampu.

