Jumat, 24 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 24 Mei 2013 | 19:38 WIB
Jakarta 1
Khawatir Pilkada Ricuh, Program Senyum Jakarta Dibatalkan
Penulis : Riana Afifah | Senin, 18 Juni 2012 | 15:55 WIB
|
Share:
Khawatir Pilkada Ricuh, Program Senyum Jakarta Dibatalkan KOMPAS/AGUS SUSANTO Angkutan umum melintas didepan baliho ajakan untuk mensukseskan pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada 11 Juli mendatang di Jalan Pahlawan Revolusi, Jakarta Timur, Selasa (12/6/2012). Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta menetapkan daftar pemilih tetap untuk Pemilihan Umum Kepala Daerah Jakarta 2012 sebanyak 6.983.692 orang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Program Senyum Jakarta yang sebelumnya disebut-sebut sebagai program unggulan pada HUT ke-485 Kota Jakarta dipastikan batal. Padahal dalam program ini, warga Jakarta dapat menikmati berbagai perbaikan pelayanan publik secara gratis.

Ketua Panitia HUT Kota Jakarta, Hasan Basri Saleh, membenarkan bahwa pelaksanaan program Senyum Jakarta yang akan dilaksanakan selama sepekan mulai tanggal 18 Juni hingga 24 Juni 2012 batal digelar. "Program Senyum Jakarta tidak jadi dilaksanakan. Tolong sampaikan kepada warga Jakarta ya," kata Hasan, di Jakarta, Senin (18/6/2012).

Ia menjelaskan, pembatalan tersebut merupakan rekomendasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta sehubungan dengan digelarnya pesta demokrasi, yaitu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012 pada 11 Juli mendatang. Lembaga penyelenggara dan pengawas Pilkada ini meminta agar program Senyum Jakarta ini ditunda pelaksanaannya. Program serupa boleh kembali dilaksanakan pada HUT DKI Jakarta tahun depan mengingat agenda Pilkada telah usai.

"Kami berkonsultasi dengan KPU Provinsi DKI dan Panwaslu DKI, mereka merekomendasikan pelaksanaan Program Senyum Jakarta jangan dilaksanakan tahun ini," kata Hasan.

Ada kekhawatiran, jika program Senyum Jakarta ini tetap dilaksanakan, maka akan ada kecurigaan pada petahana Fauzi Bowo memanfaatkan program HUT DKI Jakarta sebagai sarana kampanye dan sosialisasi pada warga Jakarta.

Program Senyum Jakarta ini terdiri dari pemberian layanan gratis untuk cek kesehatan, pembuatan akta bayi yang lahir, masuk ke tempat wisata bahkan naik bus transjakarta. Namun, lantaran rekomendasi dari KPU Provinsi DKI Jakarta dan Panwaslu DKI Jakarta, maka program ini ditangguhkan.

"Seluruh tempat pelayanan publik tersebut sudah kami beritahukan program itu tidak jadi dilaksanakan. Kami minta mereka segera membuat pengumuman dan meminta maaf atas pembatalan tersebut," kata Hasan.

Editor :
Hertanto Soebijoto