Sabtu, 25 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 25 Mei 2013 | 16:07 WIB
Sengketa Lahan
Empat SD Terancam Ditutup
Penulis : Andy Riza Hidayat | Senin, 18 Juni 2012 | 16:51 WIB
|
Share:

Empat SD Terancam Ditutup
Kompas/Andy Riza Hidayat
Kepala Sekolah SDN Leuwinanggung 1, Oneng Ningsih, menunjukkan ruang kelas yang disegel keluarga Kasim di Kelurahan Leuwinanggung, Kecamatan Tapos, Depok, Senin (18/6/2012) ini.

DEPOK, KOMPAS.com - Empat sekolah dasar (SD) negeri di Kota Depok terancam ditutup. Penutupan terjadi karena persoalan tanah.

Hari Senin (18/6/2012) ini, satu dari empat SD, yaitu SD Negeri 1 Leuwinanggung disegel sekelompok orang yang mengaku keluarga pemilik tanah. Akibatnya, kegiatan 285 siswa di sekolah menjadi terganggu.

"Kami tahu ada anak yang harus belajar di sekolah, tetapi pemerintah belum mengabulkan tuntutan kami yakni pembayaran tanah yang dipakai. Tanah itu tanah ayah kami, yang diberikan ketika ia menjabat kepala desa," tutur Maman Sukarman (53), anak Kasim, yang mengklaim berhak atas sekolah itu, Senin ini kepada Kompas.

Maman mengatakan, ketika ayahnya menjabat Kepala Desa Leuwinanggung, pernah menyediakan lahan untuk empat sekolah dan kantor desa (sekarang kantor kelurahan). Saat pensiun tahun 1984 pemerintah belum mengganti penggunaan tanah itu.

Pada tahun 2000 sampai 2005, Pemkot Depok mengganti pembayaran tanah untuk Kantor Kelurahan Leuwinanggung seluas 800 meter persegi. "Masih ada sekitar satu hektar lagi yang belum diganti. Saat ini, tanah itu dipakai untuk SDN 1 Leuwingganggung 1, 2, 3, dan 4," tutur Maman.

Dia mengaku sudah memberitahu semua pengelola SD itu. Namun belum ada respon terkait pembayaran tanah. Hari ini, Maman dan keluarganya menyegel SDN 1 Leuwinanggung. Penyegelan dilakukan dengan memaku papan kayu di ruang kelas.

"Ini baru awal. Selanjutnya kami akan menyegel sekolah yang belum dibayar tanahnya," tutur Maman.

Editor :
Agus Mulyadi