Kamis, 23 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 23 Mei 2013 | 23:26 WIB
Jakarta 1
Hidayat Merasa Lokasi Kampanyenya Dipersulit
Penulis : Siti Khoirunisa | Rabu, 20 Juni 2012 | 11:33 WIB
|
Share:
Hidayat Merasa Lokasi Kampanyenya Dipersulit ANDREAN KRISTIANTO Calon Gubernur DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid yang didampingi istri diperiksa KPK di kediamannya di jalan Kemang Selatan, Jakarta (12/6/2012). Sebelumnya Hidayat Nur Wahid melaporkan harta kekayaannya sebesar Rp 11.748.845.170 setelah di periksa ulang mengalamin kenaikan sebesar Rp 396.421.972. Total harta kekayaan Hidayat Nur Wahid menjadi Rp 12.146.267.143.

JAKARTA, KOMPAS.com — Hidayat Nur Wahid, salah satu calon gubernur DKI Jakarta, merasa lokasi kampanyenya dipersulit oleh KPUD. Setelah gagal mendapatkan Gelora Bung Karno (GBK), kini mereka juga menemui hambatan di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Soemantri Brojonegoro sebagai tempat terbuka untuk kampanye.

"Kalau kami sudah rela tidak di GBK, jangan pula dipersulit di tempat lain," kata Hidayat saat ditemui di Hidayat-Didik Center, Jalan Warung Buncit No 30, Jakarta Selatan, Selasa (19/6/2012) malam.

Timses Hidayat-Didik telah melakukan konfirmasi kepada pihak pengelola GOR Soemantri Brojonegoro untuk menggunakan tempat tersebut sebagai tempat kampanye terbuka, Sabtu (1/7/2012) mendatang. Namun, pada 1 Juli 2012, tempat tersebut sudah dipesan untuk promosi produk.

Menurut Hidayat, tempat kampanye menjadi tanggung jawab dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), bukan partai politik, tim sukses, apalagi calon gubernur. "Begitu KPU menentukan kegiatan alternatif di GBK dan Soemantri Brojonegoro, KPU dan KPUD harus memastikan tempat itu bisa dipakai," ujarnya.

Hidayat menyayangkan bahwa KPUD tidak cukup berwibawa untuk mengamankan keputusannya sendiri. Dia berharap jangan sampai pada saat pencoblosan, masih ada sengketa dan permasalahan. Hingga akhirnya, KPUD terkesan lepas tangan.

Kendati menemui hambatan perizinan di GOR Soemantri Brojonegoro, Hidayat bersama timsesnya akan terus melakukan advokasi agar mendapatkan tempat kampanye di sana. "Massa PKS adalah massa yang santun, tidak ingin buat keributan. Jangan pula kami diprovokasi untuk menghadirkan sesuatu yang bukan jati diri kami," ucap Hidayat.

Editor :
Hertanto Soebijoto