Rabu, 22 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 22 Mei 2013 | 23:23 WIB
Pesawat Fokker Diduga Akan Mendarat di Sawah
Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Kamis, 21 Juni 2012 | 22:13 WIB
|
Share:
Pesawat Fokker Diduga Akan Mendarat di Sawah AFP/ADE ADEIRAWAN Pesawat Fokker 27 milik TNI AU hancur setelah jatuh di Perumahan Rajawali, sekitar Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (21/6/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pesawat Fokker 27 milik TNI AU yang jatuh di komplek perumahan Rajawali, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, diduga berusaha mendarat di sawah setelah mengalami masalah. Namun, pesawat latih berisi tujuh awak tersebut keburu menukik dan menimpa delapan rumah.

"Tidak ada ledakan. Jatuh saja dari langit. Perkiraan saya mungkin dia mau mendarat di sawah, tapi akhirnya kena rumah. Kenapa mendarat di sawah juga belum tahu," ujar Kepala Sub Dinas Penerangan Umum, Kolonel Agung Sasongkojati di Gedung Air Power Center of Indonesia, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (21/6/2012).

Delapan rumah di RT 10 RW 11, Komplek Rajawali, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur sendiri, memang terletak tak jauh dari areal persawahan. Delapan rumah tersebut diketahui dalam kondisi hangus terbakar.

"Mungkin terkena cipratan avtur, mesinnya panas kan itu," lanjutnya.

Sementara, untuk penyebab jatuhnya pesawat tersebut, Agung mengungkapkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan. "Kita serahkan semua ke TNI AU," lanjutnya.

Menurut Marsma Azman Yunus selaku Kepala Dinas Penerangan TNI AU, pesawat Fokker 27 mulai lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 13.10 dengan misi latihan rutin. Rute yang dituju adalah sekitar udara di kawasan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Pukul 13.40 WIB, warga sekitar melihat pesawat yang mengangkut tujuh awak tersebut sempat berputar di udara sebanyak dua kali. Warga pun curiga karena pesawat perlahan-lahan menurunkan ketinggiannya hingga menimpa delapan rumah dinas TNI AU.

"Pertama kita lihat eh kok turun, lama-lama deket. dung. Bunyinya keras, semua rumah disekitar hangus terbakar semua," ujar salah seorang warga.

Sepuluh orang tewas dalam musibah tersebut. Tujuh awak pesawat atas nama Mayor penerbang Heri setiawan, Kopilot Tek Agus Supriadi, Letda PNS Ahmad Syahroni, Serma Simmulato, Serka Wahyudi dan Sertu Purwo Adianto. Sementara tiga lainnya adalah penduduk, atas nama Brian, Naflin dan satu orang belum diketahui namanya.

Kini, tim evakuasi tengah melakukan evakuasi bangkai pesawat yang melintang di pemukiman warga dengan menggunakan dua mobil Spesial Purpose (kendaraan evakuasi).

Editor :
Tri Wahono